"Yang sebenarnya terjadi, aksi tersebut dilakukan setelah upacara selesai, sehingga sudah pasti dilakukan setelah pukul 08.00 WIB," ujar Ketua Presidium Paguyuban Pekerja BHMN UI Dr Andri G Wibisana dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (19/8/2011). Aksi tersebut menuntut transparansi anggaran dan evaluasi sistem BOP Berkeadilan. Beberapa mahasiswa terluka dalam peristiwa tersebut.
Paguyuban juga membantah pernyataan Rektorat UI bahwa aksi yang berbentuk teatrikal itu dilakukan di Rotunda. Andri menyebutkan aksi tersebut tidak pernah mencapai Rotunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu Andri menyayangkan sikap Rektorat UI yang arogan menghadapi aksi demontrasi yang mengekspresikan pendapat mahasiswa. Paguyuban juga mengutuk keras cara-cara yang ditempuh Rektorat UI yang dinilai antidemokrasi.
"Mengutuk keras tindakan pemukulan dan tindakan kasar lainnya terhadap para peserta aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan UI. Menuntut agar pimpinan UI menghentikan penggunaan cara-cara yang antidemokrasi di dalam menyelesaikan perbedaan pendapat yang terjadi di UI," tegas Andri.
(nwk/nrl)











































