Menurut salah seorang saksi yang membuka usaha warung tegal persis di seberang rumah tersebut, Jono (43),peristiwa penggerebekan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
"Sekitar pukul 1 tadi sudah banyak polisi yang masuk ke rumah itu. Katanya digerebek karena ngoplos gas," tutur Jono kepada detikcom, Jumat (19/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira orang tawuran, makanya enggak berani keluar," tuturnya.
Pengamatan detikcom di lokasi kejadian, pagar rumah tersebut sudah dipasangi garis polisi. Terlihat dua truk berukuran sedang terparkir di halaman rumah. Di dalam bak truk tersebut tampak terisi penuh gas 3 Kg, ada yang masih disegel dan ada juga yang sudah tidak disegel.
Di dalam ruangan 6x7 meter seperti tampak dari daun jendela yang terbuka, terlihat tumpukan gas berukuran 3 kg dan 50 kg tersimpan rapi.
Tidak hanya satu ruangan saja, ternyata di ruangan-ruangan lain juga tersimpan gas ukuran serupa dalam jumlah banyak. Terlihat selang berukuran panjang yang terhubung ke dua tabung gas 3 kg dan 50 kg. Pengoplosan gas seperti ini akibat disparitas harga di antara kedua ukuran gas, diduga menjadi pemicu sering meledaknya gas 3 kg.
(ahy/nrl)










































