"Saya kan berusaha, Yang Kuasa yang menentukan," ucap Zulkarnain kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2011).
Meski perjalanannya untuk menjadi pimpinan KPK masih panjang, Zulkarnain sudah memiliki misi yaitu memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Dengan percaya diri, Zulkarnain menyatakan dirinya layak menjadi pimpinan KPK periode mendatang.
"Niat saya ingin berkontribusi (dalam pemberantasan korupsi). Saya pikir saya memenuhi syarat juga untuk berkontribusi. Itu saja," tegas Koordinator Staf Ahli Jaksa Agung ini.
Saat ditanya perihal pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil yang menyebut dirinya memiliki rekam jejak negatif, Zulkarnain memilih menanggapinya dengan santai. Menurutnya, data-data yang dibeberkan tersebut harus dipertanyakan keakuratannya.
"Kalau mencari data itu yang akurat. Itu saja. Sehingga dengan informasi dan data yang akurat, kesimpulannya juga bagus. Harapan kita kan begitu," jelas Zulkarnain.
Panitia Seleksi telah merilis nama-nama calon pimpinan KPK yang lolos tahap 8 besar. Dan hari ini, Panitia Seleksi melaporkan 8 nama calon pimpinan KPK tersebut kepada Presiden SBY.
8 Nama yang lolos tersebut adalah:
1. Bambang Widjojanto
2. Yunus Husein
3. Abdullah Hehamahua
4. Handoyo Sudrajat
5. Abraham Samad
6. Zulkarnain
7. Adnan Pandu Praja
8. Aryanto Sutadi
Sebelum nama-nama itu dirilis, Koalisi Masyarakat Sipil membeberkan rekam jejak calon pimpinan KPK yang dinilai negatif dan bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi. Salah satunya yakni jaksa Zulkarnain, yang disebut memiliki 2 catatan negatif.
Pertama, saat menjabat Kajati Jatim 2008-2009, di akhir masa jabatan, tak kunjung menyatakan lengkap perkara penyidikan kasus Lapindo. Kedua, menyatakan lengkap berkas perkara tiga pembunuh Ansori, padahal seperti yang diketahui, ternyata ada salah tangkap dalam kasus ini.
(nvc/lia)











































