"Tanyakan pada perangkat di bawah. Itu bukan tugas ketua umum, ketua umum hanya bicara prinsip dan perencanaan," ujar Ical usai acara re-launching bukunya yang berjudul 'Merebut Hati Rakyat' di rumah Perdikan, Jl Antasari No 36 Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2011).
"Terlalu kecil buat ketua umum bicara soal itu," imbuh Ical yang enggan menanggapi pertanyaan wartawan lebih jauh.
Sebelumnya diberitakan, Partai Golkar menetapkan 11 Agustus menjadi batas terakhir kader pohon beringin ini untuk memilih bergabung dengan Golkar atau ormas Nasional Demokrat (Nasdem). Bagi kader Golkar yang memilih Nasdem maka harus mundur dari Senayan. DPP Partai Golkar kini tengah menggelar rapat mengenai keputusan ini.
Meutya Hafidz memilih bertahan di Golkar. Sementara Ferry Mursyidan Baldan ngotot tak mau keluar dari Nasdem. Ferry juga mengaku siap diberhentikan.
(her/rdf)











































