Wartawan Australia Dikhawatirkan Diculik di Afghanistan
Kamis, 01 Jul 2004 10:26 WIB
Jakarta - Seorang wartawan perempuan asal Australia dikhawatirkan telah diculik gerilyawan Taliban di Afghanistan selatan. Carmela Baranowska tengah bepergian dengan seorang asisten dan supir di antara kota Girishk dan Kandahar, ketika mereka menghilang di daerah yang dikenal sebagai sarang gerilya itu.Hamid Agha, seorang pria yang mengklaim mewakili kelompok garis keras Taliban, membenarkan bahwa mereka telah menangkap seorang perempuan asing. "Rekan-rekan saya telah memberi tahu saya bahwa mereka menahan seorang perempuan asing dan seorang pria Afghan. Saya tidak tahu apakah perempuan itu seorang wartawan atau bukan," ujarnya.Media tempat Baranowska bekerja, SBS sempat melakukan kontak lewat telepon satelit dengan warga Australia kelahiran Sydney itu. Namun tidak jelas apakah jurnalis yang pernah bekerja di Timor Timur, Myanmar dan Thailand itu berada dalam bahaya. Demikian seperti diberitakan AP, Kamis (1/7/2004)."Sayang sekali itu pembicaraan yang tidak memuaskan, jaringan telepon yang buruk terputus dan kami tidak bisa menghubunginya kembali," tukas juru bicara SBS, Mike Field. Dikatakannya, pihaknya belum bisa memastikan apakah Baranowska memang diculik kelompok Taliban."Kami tahu soal rumor-rumor itu, namun kami tidak tahu lebih dari itu saat ini," ujar Field. Menurutnya, Baranowska adalah wartawan berpengalaman dan belakangan ini dia ditempatkan di kota Kandahar.Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer menyatakan, perempuan itu mungkin saja telah diculik. Saat ini departemen yang dipimpinnya tengah berusaha mencari keberadaan perempuan berusia 35 tahun itu."Kedutaan Kanada (yang membantu Australia di Afghanistan) sedang melakukan apa yang mereka bisa," tukas Downer.Pada November tahun lalu, Taliban mengingatkan bahwa siapapun yang membantu kepentingan Amerika Serikat di Afghanistan, termasuk para jurnalis dan pekerja kemanusiaan, akan menjadi target serangan mereka.
(ita/)











































