Wasekjen PD: Nazaruddin Galau Hadapi Pengacaranya

Wasekjen PD: Nazaruddin Galau Hadapi Pengacaranya

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2011 16:35 WIB
 Wasekjen PD: Nazaruddin Galau Hadapi Pengacaranya
Jakarta - Upaya 'bargain' Nazaruddin kepada Presiden SBY untuk bungkam selama proses hukum di KPK, menunjukkan tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games 2011 Palembang itu sedang galau. Galau menghadapi 35 kasus yang siap didakwakan dan galau menghadapi manuver pengacaranya.

"Nazar ini galau. Ada 35 kasus siap didakwakan, jika satu kasus diganjar maksimal, dia bisa kena 50 tahun penjara," kata Wasekjen DPP PD, Ramadhan Pohan, kepada detikcom, Rabu (18/8/2011).

Ramadhan menilai janji untuk bungkam itu sesuatu yang aneh. Sebab selama dalam pelariannya, M Nazaruddin justru terhitung aktif melansir pernyataan mengenai kasus suap Wisma Atlet SEA Games termasuk tudingan keterlibatan sejumlah elite politisi PD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun justru setelah didampingi OC Kaligis sebagai pengacara, Nazaruddin jadi berbalik 180 derajat. Bila memang janji untuk bungkam itu merupakan saran dari OC Kaligis, wajar saja bila kemudian Nazaruddin jadi galau.

"Nazar bingung menghadapi pengacaranya sendiri, apa benar mau diselamatkan? Pendampingan yang aneh," ujar anggota Komisi I DPR itu.

"Yang jelas hukum harus ditegakkan. Ikuti saja proses hukum. Jangan mencla-mencle," sambung Ramadhan.

Kubu SBY sendiri menolak berkompromi sebelum surat itu dikirimkan ke Istana. Berikut isi surat Nazaruddin kepada SBY:

Bapak Presiden yang saya hormati, saya mohon kepada Bapak agar segera memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses persidangan untuk membela hak-hak saya. Bagi saya, saya rela dihukum penjara bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.

Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah tangga yang sama sekali tidak mengetahui apa pun yang berhubungan dengan kepartaian. Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apa pun yang dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa ini.

Demikian surat ini, mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden.

Hormat saya,
Muhammad Nazaruddin

(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads