"Ah aya-aya wae (ada-ada saja)," ujarnya Anas kepada detikcom, Kamis (18/8/2011).
Anas menegaskan, tidak ada yang perlu ditutupi oleh Nazaruddin. Justru sesi pemeriksaan KPK merupakan kesempatan bagi Nazaruddin untuk meneruskan semua tudingan yang dilontarkan selama dalam pelarian di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas Urbaningrum sempat disebut-sebut Nazaruddin berusaha mempengaruhi proses hukum kasus Wisma Atlet SEA Games 2011 Palembang. Yaitu dengan iming-iming dukungan kepada Chandra M Hamzah untuk bisa melenggang sebagai Ketua KPK periode mendatang.
Anas juga dituding Nazaruddin 'bermain' dalam proyek lain di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Yaitu proyek di Hambalang, kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nazaruddin seusai menjalani pemeriksaan di KPK dalam kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Palembang, mengaku sudah lupa semua hal tentang kasus itu. Dia juga berjanji tidak mengungkap keterlibatan petinggi PD dalam kasus itu.
"Saya nggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya," ujarnya setelah diperiksa sekitar 2 jam di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (18/8/2011).
(lh/ndr)











































