"Saya mengaku salah. Kalau perlu tak perlu disidik, langsung divonis saja. Saya ditahan saja tak masalah," ujar Nazaruddin ketika keluar dari Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2011), pukul 13.40 WIB.
Nazar menyatakan itu setelah diperiksa oleh penyidik KPK. Pemeriksaannya tidak berlangsung lama, dia tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya saja, Nazar juga memohon pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak mengganggu anak-anak dan istrinya. "Saya minta Pak SBY tolong jangan diganggu anak istri saya. Saya minta Pak SBY, anak istri saya jangan diganggu," jelas Nazaruddin.
Nazar juga mengaku lupa semuanya dan tak tahu apa-apa. "Saya nggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya," tutur mantan bendahara umum Nazar.
Nazar tampak lebih klimis dibanding saat dia baru tiba dari Bogota, Kolombia, 13 Juli 2011 lalu.
Sesaat sebelum masuk ke KPK, Nazar juga berpesan yang serupa. "Tolong istri dan anak saya jangan diganggu," kata Nazaruddin sebelum masuk ke Gedung KPK dengan kawalan 3 anggota polisi Brimob.
(nwk/nrl)










































