Tudingan Cuci Otak & Pemeriksaan Santai Nazaruddin

Rangkuman Berita

Tudingan Cuci Otak & Pemeriksaan Santai Nazaruddin

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2011 12:30 WIB
Tudingan Cuci Otak & Pemeriksaan Santai Nazaruddin
Jakarta - Cuci otak tidak hanya terjadi pada anggota Negara Islam Indonesia (NII) KW9, melainkan juga pada tersangka kasus pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan, Muhammad Nazaruddin (33). Nazaruddin dicuci otaknya selama dalam penerbangan dari Bogota, Kolombia, menuju Jakarta.

Itulah anggapan yang dilontarkan OC Kaligis selaku kuasa hukum Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) tersebut. Menurut Kaligis, yang dilarang satu pesawat dengan Nazaruddin, selama 38 jam perjalanan menuju Indonesia pada Kamis-Sabtu (11-13 Agustus), kliennya dicuci otaknya oleh tim penjemput.

Muhammad Nasir, adik Nazaruddin yang sebelumnya disuruh mengaku sebagai sepupu oleh PD, ikut-ikutan khawatir terhadap prasangka Kaligis itu. Nasir mengungkapkan, kakaknya ketakutan saat diberi makanan dan kerap terlihat seperti orang bingung. Tidak hanya dicuci otak, ia juga khawatir Nazaruddin diracun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai sejauh ini, saya cuma khawatir," kata Nasir sebelum bertemu dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2011), lalu.

Sejumlah pihak tidak percaya dengan dugaan cuci otak Nazaruddin tersebut. Menko Polhukam Djoko Suyanto malah berseloroh ketika dimintai tanggapan perihal isu tersebut. "Kalau dicuci otak, kan makin bersih dan bagus," kata Djoko di DPR, sehari kemudian.

Mantan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja berpendapat, isu cuci otak itu sengaja dihembuskan Kaligis sebagai bagian dari serangan balik terhadap KPK. Hal yang sama pernah dilakukan Kaligis ketika mencuat kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, tahun lalu. Kaligis menulis buku yang tidak hanya menyerang kedua pimpinan KPK, tapi KPK sebagai lembaga.

"Saya kira mencuci otak tidak bisa dalam waktu singkat. Itu pola-pola OC," tuding Ade.

Hari ini, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar ikut memberikan reaksi terhadap pernyataan Kaligis. Selain menyesalkan tudingan pengacara gaek itu, Patrialis memastikan bahwa cuci otak selama dalam pesawat mewah Gulfstream itu tidak pernah terjadi. Patrialis sudah mengkonfirmasi hal itu kepada tim penjemput Nazaruddin.

"Saya sempat tanya ke rombongan itu dan tidak ada sama sekali dilakukan seperti itu (cuci otak)," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Apa pun yang terjadi selama dalam perjalanan Bogota-Jakarta, yang jelas, setelah tiba di Gedung KPK dan menjalani pemeriksaan awal, Sabtu (13/8) malam, Nazaruddin tidak seperti orang linglung. Bahkan, pria yang 2,5 tahun buron itu terlihat santai dan tidak bersikap aneh di hadapan penyidik. Sedikit pun Nazarudin juga tidak terlihat canggung atau ketakutan.

Dalam video pemeriksaan yang disaksikan detikcom, sebelum mulai mengisi biodatanya di hadapan 3 penyidik, Nazaruddin melahap satu kotak nasi padang. Nazaruddin mengatakan ia sudah cukup lama tidak mencicipi makanan khas Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. Ia makan bareng dengan penyidik.

Sembari mengisi biodata, Nazaruddin banyak berbagi cerita secara spontan. Antara lain tentang masa kecilnya di Bangun, Sumatera Utara (Sumut). "Saya waktu kecil angon (menggembala) sapi," ucapnya. Lalu, ketika muda, Nazaruddin mengaku gandrung dengan olah raga bola voli dan sepak bola. Ia pernah menjadi ketua sebuah klub bola voli.

Dia juga bercerita tentang keluarganya. Istrinya Neneng Sri Wahyuni adalah ibu rumah tangga. Nazaruddin juga memiliki 3 anak, yang tertua berumur 5 tahun, yang kedua 3,5 tahun, dan anak ketiga bayi perempuan berumur 1 tahun 7 bulan. Selama dalam pelarian, Nazaruddin mengaku berat badannya turun 10 Kg.

Nazaruddin dan penyidik pun kerap saling melempar canda. "Saya agak bau nih enggak mandi 3 hari," kata Nazaruddin ketika baru pertamakali masuk ke ruangan pemeriksaan di Lantai 7 Gedung KPK, tengah malam itu. "Kalau sahur gini, enaknya makan di warung," cetus Nazaruddin lagi.

Terhadap kasusnya, Nazaruddin berjanji akan bersikap kooperatif. Dia pun siap buka-bukaan kepada KPK tentang informasi yang dia miliki. "Saya akan sampaikan yang saya tahu," janji pria 32 tahun ini.

Pemeriksaan awal Nazaruddin pada hari itu berakhir pukul 01.00 WIB, Minggu (14/8). Di akhir pemeriksaan, penyidik bertanya kepada Nazaruddin apakah ia mendapatkan tekanan dari KPK. Apa jawab Nazaruddin? "Bukan dipaksa atau ditekan, yang ada dikasih nasi padang. Saya diberi pelayanan baik," ujar Nazaruddin dengan tawa.


(irw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini