Awalnya para warga yang kebanyakan ibu-ibu ini dijanjikan ikut arisan tanpa ada potongan sepeserpun. Bahkan, mereka diiming-imingi bingkisan yang disesuaikan dengan uang setoran. Hingga detik ini semua itu ternyata hanya isapan jempol.
"Dijanjikan sebelum puasa sudah bisa diambil," kata salah seorang warga, Mail, kepada detikcom, Kamis (18/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diundur jadi tanggal 10, 12, 15 Agustus," ucapnya.
Menurut Mail, setoran warga yang mengikuti arisan tahunan ini jumlahnya bervariasi. Mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 rupiah. Disinyalir kegiatan ini dijalani K dibeberapa wilayah di Jakarta. Di Tamansari warga mengalami kerugian hingga ratusan juta.
"Kalau ditotal sampe seratus juta lebih uang warga," ungkapnya.
Warga sudah coba mendatangi rumah K di Karang Anyar, Jakarta Pusat namun sudah kosong. Telpon genggamnya sudah tidak aktif. Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada kejelasan, warga berencana melapor ke polisi.
"Warga mengancam mau lapor polisi," tandasnya.
(did/gun)










































