"Rabu tanggal 17 Agustus 2011 jam 07.30 WIB telah diterbitkan surat penahanan terhadap Umar Patek terkait keterlibatannya dalam terorisme selama 4 bulan," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar melalui pesan singkat, Kamis (18/8/2011).
Boy menyebut Patek dikenakan pasal berlapis. Selain terkait bom bali I dan bom natal, Patek juga akan dijerat UU Terorisme karena menyembunyikan informasi soal Dulmatin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengatakan, selama di tempat persembunyian di Indonesi Umar Patek menyimpang 2 buah senjata api. Ia juga menyembunyikan informasi tentang kegiatan terorisme Aceh dan DPO Dulmatin di Pamulang.
"Periode Juni 2009 s/d Maret 2010 bersama-sama Dulmatin di wilayah Pamulang dan Jakarta, membuat bom malam Natal 2000, membuat Bom di Bali 2002 dan data palsu pada paspor RI," terangnya.
Sebelumnya, pengacara Umar Patek, Asludin Hatjani juga mengatakan penahanan kliennya telah dikeluarkan 17 Agustus hingga 15 Desember 2011.
"Penahanan resmi sejak kemarin Rabu 17 Agustus kemarin untuk 4 bulaan ke depan, 15 Desember," kata pengacara Umar Patek, Asludin Hatjani saat dihubungi, Kamis (18/8/2011).
(ape/gun)











































