Pengacara: Umar Patek Pakai Paspor Asli dengan Identitas Palsu

Pengacara: Umar Patek Pakai Paspor Asli dengan Identitas Palsu

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2011 11:33 WIB
Jakarta - Buruknya sistem pembuatan paspor di Indonesia banyak dimanfaatkan oleh para penjahat. Tak hanya Gayus Tambunan, tersangka teroris Umar Patek juga ternyata menggunakan paspor aspal, asli tapi palsu.

"Iya, paspornya memang palsu berdua sama istrinya. Mereka membuat agar bisa ke Pakistan," ujar pengacara Umar Patek, Asludin Hatjani saat dihubungi, Kamis (18/8/2011).

Asludin menyebut Patek memperoleh paspor palsu itu dari seorang agen di kantor imigrasi Jakarta Timur. Kantor ini juga yang dulu pernah mengeluarkan paspor Gayus Tambunan atas nama Sony Laksono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paspornya sebenarnya asli. Hanya identitasnya yang palsu. Kedua (paspor) diurus di Jakarta Timur melalui orang sana," jelasnya.

Sebelumnya, Polri menyebut Patek telah menggunakan paspor palsu yang dibuat di kantor Imigrasi Jakarta Timur. Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menyebut pihaknya sedang menyelidiki siapa yang membantu Patek memperoleh paspor tersebut.

"Dia menggunakan paspor palsu di Jakarta Timur baik istri dan yang bersangkutan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/8).

Umar Patek diduga terlibat dalam serangan Bom Bali I dengan target Sari Club dan Paddy's Bar di Kuta, Bali, pada 2002 silam. Sebanyak 202 orang tewas dalam kejadian itu, 88 orang di antaranya adalah warga negara Australia.

Umar Patek juga ditengarai berperan sebagai komandan lapangan pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Noordin M Top, yang berhasil dilumpuhkan Densus 88 beberapa waktu lalu, pernah menjadi muridnya. Amerika menyayembarakan penangkapan Umar Patek senilai 1 juta dolar AS. Umar Patek ditangkap polisi Pakistan awal Maret 2011.

(ape/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads