"Istri saya sering memotivasi, memulihkan, dan membangkitkan semangat anak saya. Istri saya melakukannya lewat pendekatan spiritual," kata ayah Luthfi, Sukemi saat dihubungi detikcom, Kamis (18/6/2011).
Menurut Sukemi, dirinya belum ada rencana membawa anak keduanya tersebut ke dokter. Luthfi fisiknya sehat. Bahkan, tidak terlihat ada beban dan rasa takut di diri Luthfi setelah kejadian yang menimpanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi ini, lanjut Sukemi, Luthfi berangkat ke sekolah dengan ditemani kakak dan ibunya. Rencananya Luthfi akan berbagi cerita dan pengalaman kepada teman-teman sekolahnya yang lain mengenai kejadian yang menimpanya. Tujuannya agar tidak ada lagi korban-korban penculikan seperti Luthfi.
"Tadi sudah berangkat seperti biasanya sama Mama dan kakaknya ke sekolah," ungkapnya.
Menurut Sukemi, saat menghilang dan kembali ke rumah sendiri, Luthfi memakai baju yang sama dan membawa tas sekolah yang sama. Namun Sukemi mengaku belum mengecek apakah ada yang hilang atau bertambah di dalam tas anaknya tersebut.
"Biasa ya di dalam tasnya buku-buku pelajaran. Sama seperti dia pergi dan pulang. Ada di kamarnya belum saya cek di dalamnya bagaimana-bagaimana. Karena pas datang saya cuma pikir anak saya kembali dan sehat," ceritanya.
Seperti diketahui, Luthfi menghilang sejak Minggu (14/8) sore. Saat itu, anak dari staf khusus Mendiknas itu menghilang setelah diantar sopir keluarga berbelanja di Alfamart, Depok.
Luthfi akhirnya pulang ke rumahnya di kawasan Jakarta Selatan pada rabu (17/8) siang. Selama menghilang, Luthfi mengaku dihipnotis 4 pria dan diajak berkeliling dari masjid ke masjid.
(gus/fay)











































