"Di politik itu ndak bagus, di politik itu cemburu tinggi sekali," kata Nazaruddin dengan santai saat berbincang dengan 3 penyidik KPK yang duduk satu meja di ruangan 3x3 meter di Lantai 7 Gedung KPK.
Nazaruddin bercerita mengenai Nasir, terkait daftar siapa saja yang boleh mengunjunginya di Rutan Mako Brimob. Nazaruddin sangat ingin Nasir datang menemuinya. Nah, penyebutan Nasir saudara sepupu itu disarankan seorang politikus Partai Demokrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya (politikus PD) bilang saja saudara sepupu. Kalau buat orang cemburu, kasihan juga dia (Nasir) kan," kata Nazaruddin yang mengenakan jaket coklat.
Nazaruddin juga sempat ditawari bertemu dengan saudara kandungnya, Nasir, yang menunggu di lobi KPK. Namun Nazaruddin menolak, dia memilih segera menyelesaikan urusan pengisian data diri.
"Nanti saja, tolong bilang bertemu saya di Mako Brimob," kata Nazaruddin kepada penyidik KPK.
Pemeriksaan berakhir pada Minggu (14/8) dini hari. Dengan pengawalan ketat seperti kedatangan, Nazaruddin akhirnya dibawa kembali ke KPK.
"Pak Nazar, kalau ada masalah, kita diberi tahu ya," kata seorang penyidik yang mengenakan jaket kulit sambil menyalami Nazaruddin yang beranjak pergi.
(ndr/nrl)










































