Dalam video pemeriksaan yang dilihat detikcom, mantan bendahara umum Partai Demokrat pada pemeriksaan Sabtu (13/8) di Lantai 7 Gedung KPK, Nazaruddin dengan santai mengisi biodata. Meski mengaku capek dan masih mengalami jetlag dia sempat bercerita mengenai sedikit perjalanan hidupnya.
"Saya waktu kecil ngangon sapi," kata Nazaruddin kepada 3 penyidik KPK yang menemaninya satu meja di ruang 3x3 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik KPK yang menemani juga menimpali obrolan Nazaruddin itu. Sesekali Nazaruddin diingatkan agar membaca baik-baik kolom biodata tersebut.
Kembali sambil mengisi biodata Nazaruddin juga bercerita mengenai aktivitasnya di masa muda. "Saya suka voli dan sepakbola," kata Nazaruddin.
Bahkan, dia mengaku pernah menjadi ketua sebuah perkumpulan voli. Nah, terkait sepakbola, Nazaruddin sempat disinggung penyidik terkait kepergiannya ke Kolombia. Kebetulan di sana sedang ada Piala Dunia U-20.
"Saya belum beli tiket pertandingan, saya di Kolombia ada bisnis," kilah Nazaruddin.
Nazaruddin juga mengaku saat ditangkap dia sebenarnya hendak pulang ke Singapura. Namun berbeda dengan cerita selama ini, bahwa dia bepergian naik pesawat carteran, dia mengaku membeli tiket pesawat komersil.
"Saya sudah beli tiket untuk pulang ke Singapura," imbuhnya dalam obrolan dengan penyidik KPK.
Dia juga bercerita mengenai keluarganya. Istrinya Neneng Sri Wahyuni adalah ibu rumah tangga. Nazaruddin juga memiliki 3 anak, yang tertua berumur 5 tahun, yang kedua 3,5 tahun, dan anak ketiga bayi perempuan berumur 1 tahun 7 bulan.
Nazaruddin juga bercerita mengenai karir politiknya. Mulai dari bergabung di PPP hingga akhirnya merapat ke Partai Demokrat menjadi bendahara umum.
(gah/lrn)











































