Malam itu Sabtu (13/8) Nazaruddin baru saja tiba dari perjalanan 40 jam dari Bogota, Kolombia ke Jakarta. Pesawat sempat mendarat di beberapa tempat sebelum akhirnya tiba di bandara Halim Perdanakusumah.
"Saya akan sampaikan apa adanya," kata Nazaruddin yang memakai jaket coklat usai menyantap suguhan nasi padang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan Pak Nazar sampaikan saja semuanya, ini momen penting," kata seorang penyidik yang memakai kaus berkerah yang duduk di sebelah Nazaruddin.
Nazaruddin dengan santai siap kooperatif. Dia pun siap buka-bukaan kepada KPK terkait informasi yang dia miliki. "Saya akan sampaikan yang saya tahu," tegas Nazaruddin.
Bahkan dalam pemeriksaan untuk mengisi data diri itu, Nazaruddin tidak tampak canggung atau ketakutan. Dia malah sempat menanyakan kepada penyidik terkait bukti yang dimiliki penyidik sehingga menetapkan dia menjadi tersangka.
"Belum tentu Pak Nazar bersalah, kan masih ada upaya hukum," kata seorang penyidik kepada Nazaruddin.
"Kalau ada bukti benar saya akan akui. Saya akan sampaikan yang sebatas saya tahu," terang Nazaruddin.
Pemeriksaan terkait data diri Nazaruddin itu berakhir sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (14/8). Nazaruddin kemudian dibawa pergi ke Mako Brimob, setelah sebelumnya ditemui seorang pengacara dari tim OC Kaligis, Alfian Bonjol.
(gah/lrn)











































