Nazaruddin: Saya Tak Ditekan KPK, Malah Diberi Nasi Padang

Nazaruddin: Saya Tak Ditekan KPK, Malah Diberi Nasi Padang

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2011 05:47 WIB
Nazaruddin: Saya Tak Ditekan KPK, Malah Diberi Nasi Padang
Jakarta - Tudingan adanya cuci otak atau tekanan selama Nazaruddin di Kolombia, hingga di dalam pesawat menuju Indonesia, terbantahkan. Dalam pemeriksaan setelah serah terima dari Interpol ke KPK, mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) itu tampak santai. 3 Penyidik mendampingi mantan bendahara Partai Demokrat itu.

Meski tampak lelah, pada Sabtu (13/8) malam Nazaruddin yang memakai jaket coklat dengan lancar mengikuti proses pemeriksaan awal memenuhi kelengkapan administrasi. Sesekali Nazaruddin dan penyidik saling melempar lelucon.

detikcom yang melihat video pemeriksaan pun tidak melihat adanya tekanan pada Nazaruddin. "Saya agak bau nih enggak mandi 3 hari," kata Nazaruddin yang memakai jaket coklat membuka percakapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nazaruddin sebelumnya ditawari kopi, namun dia menolak dan memilih air putih.

Seorang penyidik duduk di sebelahnya, sedang 2 yang lain di depannya sambil menulis di sebuah laptop. Mereka duduk di dalam satu meja. Di dalam ruangan 3x3 meter dengan cat putih, saat itu jam elektronik di dinding menunjukkan pukul 23.30 WIB

"Kita makan dulu ya. Pak Nazaruddin mau nasi Padang?" seru seorang penyidik yang memakai kemeja putih lengan panjang.

Nazaruddin yang buron 2,5 bulan sejak Juni lalu tidak menampik. Dia mengiyakan tawaran itu. Tidak lama seorang petugas KPK membawa nasi kotak untuk Nazaruddin.

"Sudah lama saya enggak makan nasi Padang," ucap Nazaruddin santai sambil melempar senyum ke arah penyidik.

Dengan lahap Nazaruddin memakan nasi kotak dengan lauk rendang itu. Seorang penyidik yang memakai jaket kulit hitam yang duduk di seberang Nazaruddin ikut menemani makan.

"Saya masih jetlag," ucap Nazaruddin.

"Ini hanya mengisi biodata saja. Nanti Pak Nazaruddin istirahat, biar lebih tenang," jawab seorang penyidik.

Selesai melahap satu kotak nasi padang, Nazaruddin menenggak 2 kemasan air mineral. Dia mengaku tidak merokok, saat ditanya penyidik apakah dia ingin merokok.

Sejumlah berkas disodorkan, Nazaruddin segera mengisi data-data pribadi. "Pak Nazar harap dibaca dulu, karena ini penting," ujar seorang penyidik.

Nazaruddin sesekali bertanya mengenai cara mengisi biodata. Nazaruddin juga berbincang berbagai hal. Mulai dari aktivitas saat kecil hingga anak-anaknya. Nada bicara Nazaruddin tampak lembut. Seringkali dia bertanya mengenai kerja KPK, bahkan dia menceritakan tugasnya di Komisi III DPR.

"Saya belum ada surat pemecatan dari DPR," ujar Nazaruddin sambil mengisi kolom pekerjaan.

Selesai mengisi biodata pribadi, seorang penyidik memberitahu. Bahwa pemeriksaan yang dilakukan hanya terkait biodata. Setelah biodata dicek, Nazaruddin pun ditanya apakah dirinya mengalami tekanan selama proses pengisian biodata hingga selesai.

"Bukan dipaksa atau ditekan, yang ada dikasih nasi Padang. Saya diberi pelayanan baik," ujar Nazaruddin dengan derai tawa.

Pemeriksaan terkait data diri Nazaruddin itu berakhir sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (14/8). Nazaruddin kemudian dibawa pergi ke Mako Brimob, setelah sebelumnya ditemui seorang pengacara dari tim OC Kaligis, Alfian Bonjol.


(gah/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini