"Jadi setelah masuk ke dalam mobil itu, Luthfi kadang sadar dan kadang tidak. Menurut cerita Luthfi, dia bersama dua orang remaja lainnya dan empat orang pria itu selalu berhenti di tiap masjid," tutur ibunda Luthfi, Luluk Churiyah, kepada detikcom, Rabu (17/8/2011).
Lebih lanjut Luluk mengatakan, Luthfi tidak ingat jelas di daerah mana saja masjid-masjid yang disinggahinya. Luthfi hanya ingat mobil tidak pernah berhenti dalam waktu yang cukup lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, dikatakan Luluk, ke empat pria itu selalu memberikan anaknya makan baik saat berbuka dan sahur. Luthfi juga tetap melaksanakan ibadah puasa.
"Malah kata Luthfi orang-orang itu baik, dia dan dua orang lagi itu diberi makanan yang enak-enak waktu sahur. Sampai tadi malam sebelum ditinggalkan di Masjid Istiqlal, Luthfi ngakunya diajak makan di Monas setelah salat taraweh," ungkap ibu dua anak ini.
Meski baik untuk urusan perut, ternyata pria-pria itu menyita ponsel Blackberry (BB) milik Luthfi. Setelah dibawa pergi, Luthfi mengaku hanya dibiarkan satu kali berkomunikasi dengan ibunya.
"Ternyata waktu saya telepon itu, dia sudah sama mereka. Tapi saya nggak curiga karena saya pikir dia sudah di asrama. Dan kata Luthfi setelah menutup telepon itu BB-nya kembali ditahan sama mereka," tambah Luluk.
Terkait keberadaan dua remaja lainnya, Luthfi mengaku tidak mengenal. Hanya saja Luthfi yakin, mereka masih bersama pria misterius itu.
"Dia ngakunya nggak tahu mereka dibawa dari mana, mereka pernah saling ngobrol di masjid. Tapi sama-sama linglung dan tidak ingat apa-apa," tandasnya.
(lia/lh)











































