Β
Warga sengaja menggelar upacara di tengah Sungai Gendol yang masih dipenuhi material pasir sisa lahar, Rabu (17/8/2011). Upacara digelar di sebelah utara Dam Morangan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman yang berbatasan dengan Dusun Brongkol, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.
Warga sekitar Dusun Brongkol, Jaranan, Plumbon, Morangan sengaja memilih sekitar Dam Morangan sebagai tempat upacara karena merupakan titik akhir aliran lahar saat erupsi Merapi bulan November 2010 lalu. Saat ini sepanjang Kali Gendol di dusun tersebut sudah menjadi lautan pasir.
Seperti halnya upacara lainnya, ratusan warga baik orang dewasa dan anak-anak bergabung satu membentuk barisan di tengah sungai yang agak datar lokasinya. Upacara dipimpin tokoh masyarakat setempat dengan tiga orang anggota Pramuka sebagai pengibar bendera merah putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap, semangat proklamasi ini menjadi penyemangat masyarakat sekitar Kali Gendol untuk bangkit lagi. Kami ingin semangat patriotisme para pahlawan menular pada kami semua," ungkap salah satu panitia Suratman.
Usai menggelar upacara bendera, warga bantaran Gendol tidak langsung membubarkan diri. Mereka kemudian menggelar kegiatan lombat panjat tanggul yang baru saja dibangun. Warga tampak antusias mengikuti lomba karena ada banyak hadiah yang disediakan oleh panitia.
Dalam lomba itu, peserta harus lari mulai dari garis start di tengah sungai menuju atas tanggul. Siapa yang tercepat dan berhasil memanjat dan meraih bendera merah putih, dialah yang juara dan mendapatkan hadiah. Tanggul yang dinaiki tingginya sekitar 14-an meter saja. Namun sebelum mendaki, para peserta berlari dari tengah Kali Gendol menuju tanggul sejauh 100 meter. Banyak peserta baik anak-anak dan orang dewasa yang ikut lomba tersebut.
"Ini sekaligus untuk menguji dan memastikan kekuatan tanggul. Sebab tanggul adalah penyelamat warga dari ancaman bahaya lahar saat hujan turun. Kalau nggak ada tanggul lagi, 30 menit hujan kemudian banjir dusun kami bisa habis terendam," kata Suratman.
(bgs/fay)











































