Kepada sang ayah, Sukemi, Luthfi pun menceritakan kejadian yang dia alami hari itu setelah diturunkan oleh sopirnya di minimarket Alfamart yang berjarak 1 kilometer dari sekolahnya di SMA Lazuardi, Sawangan, Depok.
"Jadi sambil menangis tadi Luthfi bercerita sama saya. Dia memang meminta diturunkan di Alfamart sama sopir untuk beli air mineral. Setelah keluar dari minimarket itu, tiba-tiba saja ada empat orang laki-laki turun di hadapannya dari sebuah mobil innova," cerita ayah Luthfi, kepada detikcom, Rabu (17/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka turun, menyapa, lalu merangkul anak saya. Mereka bilang ke Luthfi ikut sama kita, nanti kita ajak jalan-jalan ke Serang, ke Medan. Sambil memberikan sebuah tas berwarna putih," lanjutnya.
Karena merasa tidak mengenali pria-pria itu, Luthfi awalnya menolak ajakan itu. Namun karena terus dipaksa akhirnya Luthfi ikut masuk ke mobil dan mendadak lupa segalanya.
"Jadi setelah memegang tas itu, dia lupa semuanya. Hanya saja, Luthfi bilang orang-orang itu sempat berkata, 'ini anak bisa ini, bisa'. Tapi maksudnya apa Luthfi tidak mengerti," sambung pria yang bekerja sebagai staff khusus Mendiknas M Nuh.
Meski dalam keadaan setengah lupa, Luthfi terus berzikir memohon diberi keselamatan. Meskipun ke empat orang itu terus mencekoki Luthfi dengan berbagai ajakan ke suatu tempat.
"Mungkin karena zikirnya itu, dia tetap menolak kalau diajak kemanapun. Ditawari apapun dia nggak mau. Akhirnya karena melihat kerasnya hati Luthfi, dia diturunkan di Masjid Istiqlal," ujarnya.
Sampai di masjid Istiqlal lebih kurang pukul 03.00 WIB dini hari tadi, Luthfi masih terlihat seperti orang bingung. Namun karena terus berzikir, Luthfi mengaku seperti mendapat kekuatan.
"Dia bilang sama saya, tadi waktu zikir di masjid kaya ada orang pakaian putih yang bisikin supaya dia buang tas yang mereka kasih sebelumnya. Lalu tiba-tiba dia buang, dan Alhamdulillah kemudian dia sadar dan segera ingat rumah dan pulanglah dia. Anehnya tas itu malah sudah di tong sampah yang ada di masjid," ungkapnya.
Sukemi bersyukur putranya masih sehat. Saat ditanya apakah akan segera melaporkan kasus kasus ini ke polisi, Sukemi mengaku masih ingin bertemu dengan putranya.
(lia/fay)










































