"Saya bertekad dan siap bertugas untuk menjadi calon," kata Hendardji kepada detikcom saat dikonfirmasi dirinya bakal menjadi cagub di sela-sela pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan pemberian seragam majelis taklim serta peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al Akbar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2011).
Hendradji sendiri menepis anggapan, dirinya menghadiri acara tersebut sebagai bagian dari upaya mencuri star kampanye Pilkada di DKI Jakarta yang baru akan dilaksanakan awal tahun 2012 nanti.
"Tidak, saya ini sudah 40 tahun menjadi pembina masjid. Di mana pun saya tinggal saya selalu menjadi pengurus masjid, termasuk di Cipayung saat saya masih tinggal di sana dan menjadi pembina masjidnya," jelas Direktiur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran ini.
Memang di sepanjang kawasan masjid Al Akbar Kemayoran ini banyak terpasang spanduk bergambar adik kandung mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Hendardji yang juga pernah lama menjadi Komandan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya ini mengaku hapal betul persoalan di Jakarta.
Karenanya, dia mengatakan, Jakarta sangat perlu dipimpin oleh seorang tokoh yang dekat dengan rakyatnya. "Pemimpin Jakarta harus jadi pantutan. Kalau dia dekat rakyat, tentu kebijakannya seseuai dengan aspirasi rakyat. Saya tidak akan menilai siapa pun dalam soal ini," katanya seraya mengelak soal kepemimpinan Guberbur DKI saat ini atau yang sebelumnya, apakah sudah dekat rakyat atau tidak.
Dalam kesempatan itu, Hendardji Soepandji yang disapa Bang Adji serta didampingi pengurus Masjid Akbar memberikan santunan kepada 300 anak yatim piatu yang berasal dari Kelurahan Kebon Kosong, Utan Panjang, Harapan Mulya, Serdang, Cempaka Baru, Kemayoran, Sumur Batu dan Gunung Sahari. Selain itu membagikan mukena pada ibu-ibu majelis taklim Kemayoran di Masjid Akbar Kemayoran..
Seperti diketahui, sejumlah nama tokoh bermunculan bakal meramaikan bursa pencalonan Gubernur DKI. Di antaranya berlatar belakang purnawirawan TNI, seperti Nachrowi Ali, Nono Sampoeno. Selebihnya seperti Foke yang bakal mengajukan diri kembali sebagai gubernur, lalu Djan Farid dan Tantowi Yahya. Semuanya masih malu-malu kucing mendeklarasikan sebagai Cagub DKI Jakarta.
(zal/mad)











































