Sebab tumbangnya patung Coen, yang berdiri tegak jumawa dengan pakaian kebesarannya di tengah alun-alun kota Hoorn, adalah karena diterjang oleh mobil derek, sehari sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI, Selasa (16/8/2011).
"Tidak sengaja," demikian keterangan resmi pejabat kotapraja Roger Tonnaer, yang langsung datang ke alun-alun segera setelah mendengar Coen tumbang, seperti dipantau detikcom dari NRC Handelsblad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya justru melihat kelucuan (di balik tumbangnya patung Coen). Menurut hemat kami patung tersebut segera direparasi dan dikembalikan di tempatnya semula," ujar Tonnaer.
Coen (Hoorn, 8/1/1587 - Batavia, 21/9/1629) diabadikan dalam bentuk patung atas jasa-jasanya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda era VOC dan pendirian kota Batavia. Namun padanya melekat darah pembantaian massal warga Kepulauan Banda demi memonopoli pala dan cengkeh.
Coen mengirim 2000 personel pasukan ekspedisi untuk menumpas warga Kepulauan Banda (1621), yang membangkang terhadap larangan VOC dengan menjual panen mereka kepada pedagang Inggris dan Portugis. Sekitar 15.000 warga Banda saat itu tewas terbunuh.
Setelah warga Banda habis, Coen mendatangkan warga dari Negeri Belanda untuk mengolah perkebunan pala dan cengkeh, dengan mempekerjakan budak. Di masa itu Banda merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana pala tumbuh. Siapa menguasai Banda dia memegang monopoli.
(es/es)










































