Tokoh Genosida Maluku Jan Pieterszoon Coen Tumbang

Laporan dari Den Haag

Tokoh Genosida Maluku Jan Pieterszoon Coen Tumbang

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2011 22:46 WIB
Tokoh Genosida Maluku Jan Pieterszoon Coen Tumbang
Den Haag - Jan Pieterszoon Coen bertanggung jawab atas genosida di Kepulauan Banda, Maluku. Di kota asalnya, Hoorn, provinsi Noord-Holland, Gubernur Jenderal ke-4 ini diabadikan berupa patung. Hari ini 'Coen' tumbang.

Sebab tumbangnya patung Coen, yang berdiri tegak jumawa dengan pakaian kebesarannya di tengah alun-alun kota Hoorn, adalah karena diterjang oleh mobil derek, sehari sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI, Selasa (16/8/2011).

"Tidak sengaja," demikian keterangan resmi pejabat kotapraja Roger Tonnaer, yang langsung datang ke alun-alun segera setelah mendengar Coen tumbang, seperti dipantau detikcom dari NRC Handelsblad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tonnaer, sama sekali tidak ada kesengajaan dalam peristiwa itu. Bulan lalu Dewan Kotapraja (DPRD) setempat telah memutuskan bahwa patung Coen tetap dipertahankan berdiri di tempatnya, menyusul diskusi yang mencuat karena reputasi Coen.

"Tapi saya justru melihat kelucuan (di balik tumbangnya patung Coen). Menurut hemat kami patung tersebut segera direparasi dan dikembalikan di tempatnya semula," ujar Tonnaer.

Coen (Hoorn, 8/1/1587 - Batavia, 21/9/1629) diabadikan dalam bentuk patung atas jasa-jasanya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda era VOC dan pendirian kota Batavia. Namun padanya melekat darah pembantaian massal warga Kepulauan Banda demi memonopoli pala dan cengkeh.

Coen mengirim 2000 personel pasukan ekspedisi untuk menumpas warga Kepulauan Banda (1621), yang membangkang terhadap larangan VOC dengan menjual panen mereka kepada pedagang Inggris dan Portugis. Sekitar 15.000 warga Banda saat itu tewas terbunuh.

Setelah warga Banda habis, Coen mendatangkan warga dari Negeri Belanda untuk mengolah perkebunan pala dan cengkeh, dengan mempekerjakan budak. Di masa itu Banda merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana pala tumbuh. Siapa menguasai Banda dia memegang monopoli.
(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini