"Jangan biarkan rakyat terus dalam keadaan miskin. Tekanan hidup yang berat akan mengikis kebanggaan sebagai warga negara," kata Ical dalam pidato politiknya di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2011).
"Demikian pula kesenjangan yang makin tajam antara yang kaya dan miskin, kota dan desa, termasuk mereka yang berada di perbatasan. Kesenjangan ini niscaya akan mengikis rasa nasionalisme dan menggoyah pilar-pilar persatuan Indonesia," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Menko Kesra itu mengingatkan, di samping gemerlap perkotaan dan pembangunan gedung-gedung tinggi, sebagian rakyat Indonesia masih bekerja sebagai buruh, petani, dan nelayan. Merekalah sesungguhnya yang harus menjadi prioritas pembangunan saat ini.
"Rakyat kecil harus melihat bahwa pemimpin memang memikirkan nasib mereka, bukan pemimpin yang hanya memikirkan nasib dan kesenangan diri serta kelompoknya," cetus konglomerat ini.
"Itulah tugas yang sangat mulia. Itulah harapan yang perlu kita sambut dengan kerja keras, dengan dedikasi, serta jiwa yang tulus dan ikhlas," kata Ical yang lalu disambut tepuk tangan para kader Golkar yang hadir di acara itu.
(irw/mad)











































