Dalam penggerebekan di rumahnya komplek Bunga Indah No U 3 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami, Palembang, Selasa (16/08/2011) siang, polisi menyita barang bukti yang diduga digunakan untuk membuat bom, seperti sebelas swap, lem fox, solder, satu roll kabel merah, martil, lampu led, cd, satu stavol, paku baut, cpu, internal hard disk, laptop merk Dell dan HP BlackBerry. Selain itu hard disk 10 disket, hard disk, satu unit HP apple Cina, camera digital, juga dibawa ke Polda Sumsel.
Penggerebekan yang mengejutkan keluarga Aldrian dan warga setempat berlangsung lancar. Dua mobil barracuda dan satu mobil Inafis Polda Sumsel diterjunkan langsung ke lokasi penggerebekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah membuka paksa pintu pagar, pintu rumah yang terbuat kayu berwarna putih juga dibuka paksa dengan cara ditembak sebanyak dua kali, kemudian didobrak.
Pada saat penggebrekan, sekitar pukul 11.00 WIB dua orang perempuan tiba-tiba masuk dan melewati garis polisi. Mereka mengaku rumah yang digerebek polisi itu merupakan rumah milik mereka.
"Ada apa ini Pak? Ini rumah kami. Kenapa ramai sekali sampai ada polisi. Ada apa ini?" ujar ibu yang mengenakan baju kuning berjilbab yang terlihat kebingungan.
Petugas yang berada di lokasi penggerebekan langsung mengamankannya ke sebuah rumah, dan diberi pengarahan apa yang sebenarnya terjadi.
Saat dimintai keterangan, perempuan yang diketahui istri tersangka tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya bisa menangis melihat rumahnya digeledah petugas.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (18/06/2011), sebuah paket bom yang dikirim ke pusat perbelanjaan SM Swalayan di Lubuklinggau meledak. Akibatnya Hindra Sumardjono, pemilik pusat perbelanjaan SM Swalayan, mengalami luka. Dia sempat dirawat inap di RS Siti Aisyah, Lubuklinggau.
(tw/mad)











































