Kaum Muda Nahdliyin Dukung Duet Mega-Hasyim

Kaum Muda Nahdliyin Dukung Duet Mega-Hasyim

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 02:45 WIB
Surabaya - Kaum Muda Nahdliyin (KMN) makin menegaskan komitmennya sebagai pendukung Megawati-Hasyim. Jelang pemilu presiden yang tinggal lima hari lagi, mereka merapatkan barisan. Sekitar 1.000 anggota KMN dari seluruh Jawa Timur berkumpul di Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo, Surabaya, Rabu (30/6/2004).KMN yang menggandeng kaum muda nasionalis mengikrarkan diri bakal memenangkan Megawati sebagai presiden untuk kali kedua. Ketua KMN Jatim A.Yok Zakaria Irfany mengatakan, ikrar tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan KMN-KMN cabang serta Kawula Muda Nasionalis dari PDI Perjuangan.Menurutnya, selama ini KMN di kota-kota Jatim melakukan perjalanan ke tempat-tempat bersejarah dan memanjatkan doa untuk kemenangan Mega-Hasyim. Gongnya, ditandai dengan pembacaan ikrar."Dengan ikrar ini kami memastikan sikap, suara kaum muda Nahdliyin dan nasionalis tak bakal kemana-mana. Kami tetap akan memilih Mega-Hasyim," kata A. Yok atau lebih sering disebut Yoyok ini.Ia menjelaskan, selama ini ada prediksi suara Nahdliyin bakal terpecah. Hal ini karena ada beberapa tokoh NU yang ikut bertanding dalam perebutan kursi RI-1. Yoyok tak menyalahkan prediksi tersebut.Namun ia menegaskan, orang-orang muda NU sudah memberikan pilihannya yakni pada Megawati. Bahkan ia memperkirakan di daerah tapal kuda yang notabene basis Islam, Megawati bisa memperoleh dukungan signifikan. Hal ini karena KMN juga berdiri di kota-kota tersebut. "Jadi KMN tak hanya ada di Surabaya. KMN hampir merata ada di seluruh kota/kabupaten di Jatim," lanjutnya.Dalam ikrar yang disampaikan KMN ada empat hal yang menjadi titik utama. Pertama, menginginkan Indonesia tetap dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, sepakat berjuang bersama-sama menegakkan HAM, keadilan, menjunjung tinggi nilai demokrasi serta nilai pluralitas.Ikrar berikutnya menginginkan pilpres 5 Juli berjalan aman, jujur, tanpa kecurangan, dan keempat bertekad memperjuangkan kemenangan Mega-Hasyim. Ikrar ini dibacakan bersama-sama oleh seluruh massa KMN yang dipandu Yoyok. Saat pembacaan ikrar, anggota KMN menyalakan puluhan obor.Acara tersebut nyaris dibubarkan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan polisi. Bahkan Kapolres Surabaya Selatan AKBP Alex Sampe turun langsung ke lokasi. Hal itu karena acara tersebut digelar di Taman Bungkul yang termasuk kawasan steril kegiatan kampanye.Sebelumnya, Forum Nasional yang dikomandani Hariadji Sutomo menggelar aksi penggalangan tanda tangan di lokasi tersebut dan dibubarkan oleh polisi. Namun untuk ikrar tersebut polisi tak berkutik."Sebab kami memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Dan sekali lagi ini bukan kampanye, tapi ikrar. Kebetulan saja pesertanya banyak jadi dikira kampanye," kata Yoyok.Kapolres Surabaya Selatan AKBP Alex Sampe membantah bakal membubarkan ikrar itu. Ia hanya mengatakan sedang melakukan pengawasan keamanan. "Kita hanya memantau. Kalau situasi aman kan kita juga senang," ujarnya.Disinggung apakah acara yang digelar KMN melanggar aturan kampanye, ia mengelak memberikan komentar. "Kalau itu tanya saja ke KPU," tukasnya singkat. (ani/)



Berita Terkait