"Dia menggunakan paspor palsu di Jakarta Timur baik istri dan yang bersangkutan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2011).
Anton mengaku akan mengecek lagi tahun pembuatan paspor palsu Umar Patek. "Paspor atas nama misalnya, nama asli istrinya kan Rukoyah, orang Filipina. Tetapi di situ dicantumkan Siti Zahra, termasuk Umar Patek juga nama samarannya ada," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar Patek diduga terlibat dalam serangan Bom Bali I dengan target Sari Club dan Paddy's Bar di Kuta, Bali, pada 2002 silam. Sebanyak 202 orang tewas dalam kejadian itu, 88 orang di antaranya adalah warga negara Australia.
Umar Patek juga ditengarai berperan sebagai komandan lapangan pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Noordin M Top, yang berhasil dilumpuhkan Densus 88 beberapa waktu lalu, pernah menjadi muridnya. Amerika menyayembarakan penangkapan Umar Patek senilai 1 juta dolar AS. Umar Patek ditangkap polisi Pakistan awal Maret 2011.
(aan/fay)










































