Menlu ASEAN Sepakati Rancangan Aksi Komunitas Keamanan
Kamis, 01 Jul 2004 00:48 WIB
Jakarta - Dalam pertemuan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-37, para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN menyepakati rancangan aksi komunitas keamanan ASEAN secara konsensus. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rancangan aksi komunitas sosial budaya.Demikian disampaikan Menlu Hassan Wirajuda usai penutupan AMM ke-37 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (30/6/2004). Para Menlu ASEAN juga sepakat untuk merekomendasikan naskah rencana aksi komunitas keamanan ASEAN pada KTT ASEAN ke-10 yang akan diselenggarakan di Vientiane, Laos, November mendatang untuk disahkan.Saat ini, para Menlu ASEAN telah menerima rancangan aksi tersebut secara konsensus. Rancangan ini dirumuskan oleh Indonesia yang dipercaya dalam KTT ASEAN di Bali tahun lalu sebagai perumus dan pemimpin pembahasan naskah rencana aksi.Rencana aksi komunitas keamanan ASEAN yang disepakati AMM yang memuat prinsip-prinsip peningkatan kerjasama politik dan keamanan ASEAN dan satu lampiran yang secara rinci menyebarkan kegiatan-kegiatan dalam 5 kelompok yaitu pembangunan politik, pembentukan norma-norma pergaulan antar negara kawasan, pencegahan konflik, penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian pasca konflik.Disepakati pula, upaya untuk menyusun piagam ASEAN (ASEAN Charter) karena setelah ASEAN hadir selama 30 tahun dan kerjasamanya ditingkatkan dari suatu organisasi atau asosiasi ke tingkatan yang lebih tinggi yaitu komunitas, maka diperlukan suatu landasan konstitusi ASEAN yang lebih kuat dari yang dimiliki sekarang yaitu ASEAN Declaration tahun 1967 dan kesepakatan-kesepakatan lainnya.Selain itu, AMM juga membahas rancangan rencana aksi komunitas sosial budaya yang naskah rancangannya disiapkan oleh Filipina. Rancangan ini berisi empat elemen pokok yaitu membangun komunitas dari masyarakat yang peduli, mengelola dampak sosial dari integrasi ekonomi, mendorong keberlanjutan lingkungan hidup dan memperkuat identitas kawasan. Diharapkan, rancangan ini akan dilaporkan kepada pertemuan tingkat Menlu PBB di New York pada September mendatang.Penutupan AMM ke-37 juga menandakan berakhirnya jabatan Indonesia sebagai ketua ASEAN dan selanjutnya jabatan tersebut diserahkan kepada Laos. Setelah penutupan, para Menlu juga menandatangani Declaration of the Elimination of Violence Against Women in The ASEAN Region.
(ani/)











































