Amien-Mega Sepakat Copot Kepala Daerah yang Korup

Amien-Mega Sepakat Copot Kepala Daerah yang Korup

- detikNews
Rabu, 30 Jun 2004 22:27 WIB
Jakarta - Meski menjadi seteru dalam debat antar capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Amien Rais dan Megawati Soekarnoputri sepakat agar kepala daerah yang terbukti melakukan korupsi dicopot saja. Hal itu disampaikan keduanya saat mengomentari pertanyaan panelis Ikrar Nusa Bhakti dalam debat capres-cawapres yang digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/6/2004) malam, Ikrar bertanya kepada kedua pasangan kandidat mengenai program kerja mereka mengenai Aceh pasca darurat militer.Menurut Amien, salah satu pokok permasalahan di Aceh adalah pemerintahan daerah yang tidak bersih. "Bila kepala daerah yang terbukti korup, sebaiknya dicopot," tandasnya.Hal itu disampaikan Amien mengomentari status tersangka korupsi yang saat ini disandang Gubernur Nanggroe Darussalam (NAD) Abdullah Puteh. Seperti diketahui, Puteh saat ini menjadi tersangka kasus pengadaan helikopter milik Pemda NAD.Pernyataan kurang lebih senada juga dikemukakan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Meski jawabannya serupa, namun jawaban pasangan yang dijagokan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini kurang lugas. Mega misalnya, hanya menyepakati perlunya pemerintahan yang bersih di negeri Serambi Mekkah.Mengenai pendidikan, baik Amien-Siswono maupun Mega-Hasyim sama-sama menjanjikan peningkatan anggaran pendidikan hingga seperlima Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perbedaannya, Amien-Siswono akan berupaya memenuhi hal tersebut secara bertahap. Mereka beralasan, alokasi anggaran pendidikan mencapai 20 persen belum realistis untuk saat ini.Sedangkan Hasyim Muzadi menimpali, program kerja pemerintahannya bersama Megawati bukan sekadar menambah anggaran pendidikan, tapi lebih diprioritaskan pada peningkatan kualitas pendidikan yakni dengan menambah jumlah guru dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. "Jadi anggaran pendidikan lebih diprioritaskan bukan pada peningkatan gaji guru, tapi pada peningkatan kualitas tenaga pendidik," jelasnya.Terkait kasus terorisme, Hasyim Muzadi menyatakan hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Ia menyebut, selama ini kerjasama ulama dan aparat keamanan telah membuat tindak pidana terorisme dapat direduksi dan pelakunya bisa cepat dibekuk.Pandangan lain diutarakan Amien Rais. Menurutnya, isu terorisme dalam penegakan hukum tidak lagi boleh dipengaruhi oleh isu-isu keagamaan seperti yang terjadi selama ini, dimana terorisme terkesan identik dengan agama tertentu. Amien menegaskan, terorisme tidak berdasarkan agama dan tidak ada agama yang mengajarkan terorisme.Masalah EkonomiMenanggapi pertanyaan tentang larinya investor pasca krisis ekonomi, Megawati tidak sepakat. Menurutnya, saat ini masih banyak inevstor yang tetap berusaha di Indonesia. "Mungkin itu cuma kasus," jawabnya singkat.Ia menambahkan, semasa pemerintahannya, beberapa investor asing baru masuk ke Indonesia, di antaranya produsen bir San Miguel. Namun penjelasan Mega itu kontak disambut tawa geli para pengunjung.Soal tersebut juga dikomentari oleh Siswono. Ia menyatakan, prioritas pemerintahannya kelak dalam masalah investasi bukan hanya menarik investor masuk ke Indonesia. Menurutnya, lebih penting memberantas penyelundupan yang saat ini membanjiri pasar domestik."Barang-barang selundupan ini sangat merugikan pendapatan negara karena tidak kena pajak. Saat ini di pelosok pedesaan, barang-barang elektronik bajakan sudah tersebar. Hal itu telah mengakibatkan pabriknya karena terus merugi akibat pasar dipenuhi barang bajakan," papar Siswono, yang juga ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). (ani/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads