Tapi bukan cuma kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang harus dihadapi jajaran Polda Jawa Tengah dalam mengelola arus mudik. Melainkan juga potensi masalah sosial dan kriminalitas yang timbul dari banyaknya para pemudik yang melintas.
"Masih banyak pasar tumpah dan kriminalitas yang kemungkinan terjadi pada saat lebaran," ujar Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah Kombes, Ghufron, di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Selasa (16/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di sepanjang rute mudik Jawa Tengah, terdapat 131 titik kemacetan. Penyebabnya adalah jalan rusak, perbaikan jembatan, pasar tumpah dan pos permintaan sumbangan liar.
"Ada 85 ruas jalan rusak dan 19 jembatan rusak. Selain itu, terdapat 116 titik pasar tumpah yang juga menjadi penyumbang kemacetan. Juga ada 9 titik yang dijadikan lokasi sumbangan liar di jalan," papar Gufron.
Lokasi rawan kecelakaan, ada 143 lokasi. Penyebab kecelakaan bisa karena kecepatan tinggi, kondisi fisik pengendara yang menurun setelah menempuh perjalanan panjang, perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi dengan palang pintu serta tanah longsor akibat hujan deras..
"Ada tanah labil di selatan hingga barat seperti di Purwokerto, Brebes, Cilacap. Kalau hujan sedikit, longsor," kata dia.
Sebagai upaya mengatisipasi tinda kriminalitas yang diprediksi meningkat Polda Jateng menyiapkan 228 pos pengamanan di titik rawan kejaharan. "Dengan adanya pos pengamanan, semua jalur sudah tercover," tutupnya.
(mei/lh)










































