"Pastilah Golkar punya kepentingan. Mereka mau dorong Nazaruddin membongkar kasus ini seluruhnya. Dengan begitu Demokrat hancur, dan beruntunglah partai-partai lain," tutur pendiri Partai SRI, Arbi Sanit, di Jakarta, Selasa (16/8/2011).
Arbi mengatakan, kehadiran Nudirman cs tidak ada kepentingannya sama sekali untuk kasus Nazar. Dia menilai, politikus yang menjenguk Nazar kemarin dari partai yang memang ingin Demokrat hancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arbi melihat tindakan anggota DPR ini juga sebagai intervensi terhadap KPK. Menurutnya, KPK punya hak membatasi Nazaruddin untuk bertemu dengan siapa pun.
"Ini memang jelas sekali ada permainan politik antara OC Kaligis dan anggota DPR, dengan kasus Nazar ini. Mereka menggunakan kekuasaan mereka sebagai anggota DPR untuk menerobos yang menjadi kebijakan KPK. Padahal jelas KPK punya kewenangan itu. Apalagi kan Nazar itu sendiri sekarang menjadi tanggung jawab KPK dan KPK belum memeriksa lebih lanjut," ujarnya.
Dia juga menilai tindakan KPK tidak sedikit pun melanggar undang-undang. Kalau ada tuduhan macam-macam pada KPK, itu hanya alasan yang dicari-cari.
"Ah, itu alibi pengacara saja. KPK butuh waktu leluasa untuk bertanya, kalau KPK kebutuhannya sudah terpenuhi mungkin dia baru membolehkan bertemu dengan pengacara," ujarnya.
Dua politikus Golkar yang menjenguk Nazar tanpa izin tertulis KPK adalah Nudirman Munir dan Azis Syamsuddin. Politikus lainnya Ahmad Yani (PPP) dan Herman Hery (PDIP). Nasir, sepupu Nazar, juga hadir, namun kapasitasnya lebih pada sebagai keluarga. Meski demikian, petinggi PD yang belum satu pun menjenguk Nazar, mengklaim posisi Nasir sekaligus sebagai politisi PD.
(lia/nrl)










































