Debat Amien-Megawati Ricuh
Rabu, 30 Jun 2004 20:53 WIB
Jakarta - Debat capres-cawapres di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/6/2004), sempat ricuh. Pasalnya, massa pendukung pasangan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo dan Megawati-Hasyim Muzadi yang tidak diizinkan masuk berusaha mendobrak pintu.Sempat terjadi dorong mendorong pintu masuk antara massa dengan pasukan pengamanan capres-cawapres. Karena jumlah massa cukup besar, para petugas keamanan sempat kewalahan. Sejumlah pendukung capres-cawapres pun akhirnya bisa memasuki ruangan yang diperuntukkan bagi undangan dan wartawan.Melihat begitu membludaknya massa, pasukan pengamanan capres yang menjaga di panggung debat kandidat pun beringsut menuju pintu masuk. Mereka membantu rekan-rekannya yang berusaha menghalau massa. Akhirnya, pintu masuk ballroom bisa tertutup. Namun pendukung kedua pasangan tetap berteriak-teriak minta diizinkan memasuki ruangan.Para pendukung Amien-Siswono dan Mega-Hasyim tersebut ngotot ingin memasuki ruang debat karena pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menyediakan layar monitor di luar ruangan untuk menyaksikan jalannya debat capres. Panitia hanya menyediakan dua buah pesawat televisi berukuran 21 inci.Meski berdesakan, sejumlah undangan yang dikenali petugas akhirnya diperbolehkan masuk. Tampak di antaranya Ketua Tim Sukses Amien-Siswono Bambang Sudibyo. Ketua Umum Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) yang menjadi pendukung Amien-Siswono, meski sempat bersusah payah, akhirnya juga bisa mengikuti jalannya debat.Di dalam ballroom, para wartawan yang sebenarnya disediakan ruangan khusus dengan layar monitor, tidak sabar dan memilih mendekati panggung yang disiapkan untuk para juru foto dan kamerawan. Akibatnya, suasana dekat panggung debat cukup ramai oleh para wartawan. Buntut kekisruhan tersebut, gagang pintu masuk ballroom Hotel Borobudur yang terbuat dari kayu sepanjang 1 meter terlepas. Pintu detektor logam yang diletakkan di depan pintu masuk sempat rubuh akibat desakan massa.Selain itu, para tamu dan undangan yang sudah berada di dalam ballroom juga kesulitan untuk keluar akibat membludaknya massa. "Wah kalau begini repot juga kalau mau keluar. Masak harus kencing di dalam sih," ujar mantan gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja yang menjadi undangan. Surjadi tampak lalu lalang untuk mencari cara keluar dari ballroom Hotel Borobudur.
(ani/)











































