Dukungan PKS ke Amien Bukan Ancaman bagi Wiranto-Wahid

Dukungan PKS ke Amien Bukan Ancaman bagi Wiranto-Wahid

- detikNews
Rabu, 30 Jun 2004 20:17 WIB
Mojokerto - Dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada pasangan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, tidak akan menjadi ancaman bagi duet Wiranto-Salahuddin Wahid. Pasalnya, massa PKS diperkirakan akan terpecah, ada yang mendukung Amien dan ada pula yang menyokong Wiranto.Demikian dikemukakan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud MD, di sela-sela menghadiri pernikahan putra KH Munif Djazuli di kompleks Pondok Pesantren Al Falah, Kediri, Jawa Timur, Rabu (30/6/2004). "Jadi pernyataan dukungan PKS tidak ada masalah bagi pasangan Wiranto-Wahid," tandas Mahfud.Menurut Mahfud, keuntungan bagi Amien-Siswono atas dukungan tersebut hanya sekadar formalitas dan citra di hadapan publik, bahwa Amien didukung oleh partai yang memiliki kekentalan simbol Islam. "Keuntungan Amien ini lebih kepada keuntungan image daripada keuntungan politik. Jadi orang yang akan memilih Wiranto tidak akan terpengaruh dengan dukungan itu," jelasnya.Dalam hitungan Mahfud, dengan dukungan PKS maka Amien-Siswono diprediksi akan menambang 17 juta suara. Namun menurutnya, jumlah tersebut belum cukup untuk mengantarkan duet capres-cawapres Partai Amanat Nasional (PAN) itu ke putaran kedua pemilihan presiden dan wapres.Ia menambahkan, secara riil, pemilih PKS terutama berasal dari kelompok rasional. Dengan demikian, tidak serta merta mereka yang dulu mendukung PKS pada pemilu legislatif akan mengarahkan dukungannya pada Amien-Siswono. bahkan menurut Mahfud, bisa jadi massa riil PKS juga mendukung Wiranto atau capres-cawapres lainnya.Money PoliticsMenyinggung tuduhan praktek politik uang (money politics) yang dituduhkan kepada pasangan Wiranto-Wahid, Mahfud menyayangkan karena informasi mengenai praktek politik uang itu. Alasannya, tidak hanya Wiranto-Wahid yang melakukannya, melainkan semua capres-cawapres."Itu saya sayangkan. Hitungannya tidak cermat. Mungkin benar (ada politik uang), tapi mereka tidak menemukan perilaku money politics yang jauh lebih besar dari itu," tutur mantan menteri pertahanan di era Gus Dur ini.Ia mencontohkan, ada seorang capres yang datang ke beberapa pondok pesantren ponpes memberikan ribuan dolar AS, bahkan mencapai US$ 10.000 sekali datang, dengan mengatasnamakan bantuan. "Itu yang tidak dicatat oleh mereka," imbuhnya seraya mengaku ia mendapat informasi itu dari penerima bantuan.Saat ditanya capres yang melakukan praktek politik uang, Mahfud menolak menjelaskan. "Saya tidak akan membuka karena saya tidak berkompeten," elaknya.Namun demikian, menurut dia, politik uang itu sebenarnya tidak bisa dihindari. Bahkan, capres PPP Hamzah Haz mengaku terang-terangan memberi uang 'bensin' kepada para pendukung. "Makanya saya menilai pemantau seperti itu adalah pemantau amatiran dan hasilnya murahan," demikian Mahfud. (ani/)


Berita Terkait