"Sejauh ini berjalan baik tidak ada masalah. Saat ini sudah diuji coba di 10 daerah, untuk mekanismenya diserahkan ke walikota masing-masing," kata Gumawan usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Mendagri, Menkeu, Mendiknas dan Menkokesra, Senin (16/8/2011).
SKB tersebut terkait dengan percepatan pencairan dana BOS. Acara tersebut digelar di kantor Menkokesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendataan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Jakarta tertunda karena perangkat yang akan digunakan belum tiba. Alat-alat ini belum tiba karena terkendala masalah pengiriman.
Dua alat yang belum terdistribusi tersebut adalah perekam sidik jari dan perekam retina mata.
Kedua barang ini baru saja tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dari Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu (30/7). Seharusnya barang-barang itu tiba lebih awal sehingga pada awal Agustus bisa distribusikan.
Di Jakarta, 267 kelurahan dijanjikan akan mendapat 707 perangkat komputer. 707 Komputer ini nantinya akan mendata ulang 7,3 juta orang wajib ber-KTP di Jakarta.
Akibat perangkat yang belum lengkap, konsorsium bersama Kemendagri dan Pemprov DKI menyiapkan 10 kelurahan untuk operasi e-KTP. 10 Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Kemanggisan dan Tomang di Jakarta Barat, lalu Kelurahan Kebon Sirih dan Menteng di Jakarta Pusat.
Di Jakarta Selatan ada Kelurahan Cikoko dan Mampang, Kelurahan Cipinang Cempedak di Jakarta Timur dan Kelurahan Rawa Selatan dan Semper Utara di Jakarta Utara.
(nal/fay)











































