"Saya melihat ada upaya memaksakan diri untuk bertemu Nazaruddin dari sisi etika tidak elok. Itu seperti menunjukkan arogansi di depan publik," ujar pengamat politik, Yunarto Widjaja saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/8/2011).
Yunarto mengatakan, pernyataan anggota DPR yang terus menuduh KPK tidak kredibel patut dipertanyakan. Seharusnya, anggota DPR mendukung dan memberikan KPK kesempatan untuk bekerja sesuai prosedur yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria yang akrab disapa Mas Toto ini, politikus DPR harusnya berkaca pada diri sendiri. Menyerang KPK dengan gelap mata bukan solusi yang baik membangun upaya pemberantasan korupsi.
"Yang jelas lembaga KPK dibanding aparat hukum lain masih paling positif, meskipun ada keraguan. Kalau dibandingkan dengan DPR, DPR berkaca diri dulu lah beberapa kali survei lembaga mereka ditempatkan dalam posisi paling rendah," imbuhnya.
Toto mengajak semua pihak agar mengkritisi kedatangan anggota DPR ke Rutan Brimob. Demi proses hukum, semestinya KPK tidak mengizinkan unsur politis masuk.
"KPK memiliki argumentasi untuk menolak. Karena proses terhadap Nazaruddin sedang berlangsung. Jangan sampai anggota DPR bertindak seperti pengacara," tandasnya.
Seperti diketahui sejumlah anggota DPR seperti Nudirman Munir, Azis Syamsuddin, dan Ahmad Yani mendatangi Rutan Mako Brimob untuk menjenguk Nazaruddin. Nampak bersama rombongan DPR, pengacara OC Kaligis dan saudara Nazaruddin, M Nasir.
Dalam tayangan Metro Tv, antara petugas KPK dengan beberapa anggota DPR nampak bersitegang. Mereka memaksa masuk menjenguk Nazaruddin di tahanan.
(ape/Ari)











































