THR Karyawan Rp 87,5 Juta Raib Digondol Perampok Bersenpi

THR Karyawan Rp 87,5 Juta Raib Digondol Perampok Bersenpi

- detikNews
Senin, 15 Agu 2011 23:05 WIB
THR Karyawan Rp 87,5 Juta Raib Digondol Perampok Bersenpi
Jakarta - Aksi kejahatan semakin nekat saja. Kawanan rampok bersenjata api ini contohnya. Mereka nekat beraksi di siang bolong menyasar karyawan perusahaan pupuk usai mencairkan cek senilai Rp 87,5 juta. Duit tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan.

Aksi perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (15/8), di area Ruko Kayu Putih Tengah, RW 11, Pulogadung, Jakarta Timur.

Peristiwa bermula ketika salah seorang karyawan perusahaan PT Khalatam, Hidayat (50), pergi ke BCA Kelapa Gading untuk mencairkan cek. Saat itu dia pergi seorang diri menuju bank tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mencairkan dan hendak pulang ke kantor, dia merasa sudah dikuntit," kata salah seorang rekan kerja Hidayat, Holong (34), menceritakan penuturan Hidayat terkait peristiwa tersebut, kepada wartawan.

Menurut Holong, para pelaku mengendarai dua motor bebek dan saling membonceng. Saat Hidayat tiba di area tempat kerja, Hidayat terkejut mengetahui para pelaku yang menguntinya itu sudah tampak di kantornya.

"Seorang pelaku sempat pura-pura menanyakan alamat, sementara seorang pelaku lainnya langsung menodongkan senjata tajam," kata Holong.

Dua pelaku lainnya, kata Holong, terlihat berjaga di atas motor. Saat melihat Hidayat diancam senjata, salah seorang yang berjaga di atas motor langsung menuju mobil yang membawa uang.

"Ada yang langsung memecahkan kaca tengah mobil dengan pistol dan langsung membawa uang yang ada di dalamnya," tutur Holong.

Saat terlepas dari cengkeraman pelaku, Hidayat sempat berteriak dan mengundang mengundang beberapa karyawan yang tengah beristirahat keluar mess. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena salah satu pelaku menodongkan pistol ke arah karyawan dan meletuskan satu butir peluru.

"Pelurunya kena ke rolling door, tidak ada yang terluka," ujar Holong.

Kapolres Jakarta Timur, Saidal Mursalin yang berada di lokasi kejadian menyatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus perampokan tersebut.

"Kepolisian tengah mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi, semuanya kini tengah diperiksa," ujar Saidal.

Dia mengimbau bagi para nasabah yang hendak melakukan transaksi perbangkan dalam jumlah besar, disarankan untuk meminta pengawalan kepolisian. "Tidak dipungut bayaran," katanya.

(ahy/ape)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads