Bedah Buku di Surabaya
Kivlan Dihujat Pendukung Wiranto
Rabu, 30 Jun 2004 17:54 WIB
Surabaya - Kivlan Zen terus bernyanyi soal keterlibatan Wiranto dalam pengerahan Pam Swakarsa 1998. Akibat perbuatannya, Kivlan pun menuai caci maki pendukung Wiranto.Peristiwa itu terjadi saat Kivlan menghadiri acara bedah buku Konflik dan Integrasi TNI AD di Hotel Emi, Jl. Panglima Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/6/2004).Sejumlah orang yang hadir mengatakan, Kivlan tidak lebih dari pengkhianat. Menurut mereka, tidak seharusnya Kivlan terus memojokan mantan atasannya. Tidak hanya itu, mereka juga mengatakan, tindakan Kivlan itu hanya didasarkan oleh kepentingan materi semata.Bukan Kivlan kalau tidak menanggapi hujatan-hujatan tersebut. Semua tudingan miring itu dibantah mantan Kepala Staf Kostrad ini. "Ini semua saya lakukan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi," tukas Kivlan.Walhasil, acara bedah buku itu berubah menjadi acara saling maki. Tidak ada lagi argumen-argumen ilmiah yang mengemuka dalam forum tersebut. Untung saja acara tersebut tidak berujung pada benturan secara fisik.Tahu Nasib Korban PenculikanUsai berbicara dalam forum tersebut, Kivlan kembali melontarkan penyataan yang kontroversial. Pensiunan tentara bintang dua ini mengaku mengetahu nasib korban penculikan 1998."Ya saya tahu dong. Masak sebagai anggota ABRI saya tidak tahu," kata Kivlan saat ditanya wartawan soal berbagai kasus penculikan terhadap para aktivis dan mahasiswa 1998.Namun, kata Kivlan, dirinya tidak akan membeberkan kasus tersebut saat ini. Alasannya, jika dibuka saat ini hal itu akan memperkeruh suasana."Jika dibuka sekarang, hal itu bisa menyebabkan terjadinya perang saudara. Terutama rakyat di bawah yang pernah kehilangan saudara-saudaranya," kilah Kivlan.
(djo/)











































