Sebuah SLB di Solo Diancam Teror Bom

Sebuah SLB di Solo Diancam Teror Bom

- detikNews
Senin, 15 Agu 2011 15:14 WIB
Solo - Sebuah SLB di Solo mendapat teror bom melalui ancaman telepon. Teror telepon itu diulang hingga tiga kali karena tidak direspons serius oleh pengelola SLB. Gegana pun datang menyisir lokasi.

Teror melalui telepon itu diterima seorang guru di SLB Alamanda di Laweyan, Solo, Senin (15/8/2011). Si penelepon itu bersuara laki-laki. Si penelepon mengaku sebagai anak buah Amrozi dan sudah memasang bom siap meledak di salah satu lokasi di dalam SLB.

Pihak pengelola SLB tidak menghiraukan ancaman itu. Mereka tetap melanjutkan proses belajar mengajar di sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Merasa diabaikan, dua menit kemudian orang tersebut kembali menelepon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia marah-marah karena ancamannya tidak ditanggapi. Dia memberitahu bom yang dipasang akan segera meledak. Tapi kami tetap tidak menghiraukan ancaman itu," ujar Wilis Palupi, salah satu pengajar di SLB Alamanda.

Tak lama setelah itu, terdengar telepon yang ketiga. Kali ini penelepon mengaku sebagai polisi. Kali ini nada bicaranya lembut dan satun. Lewat telepon, 'Pak Polisi' itu memberitahu memang ada bom yang dipasang seseorang di sekolah tersebut.

"Karena kami megira si penelepon itu benar-benar dari kepolisian, maka kami segera mengakhiri proses belajar mengajar. Anak-anak kami pulangkan. Lalu kami segera menghubungi Polresta Surakarta untuk melaporkan peristiwa itu," papar Wilis.

Pihak kepolisian justri kaget mendapat laporan itu, karena merasa tidak ada anggotanya yang menelepon pihak SLB tentang keberadaan bom itu. Beberapa anggota Gegana Brimob segera dikirim ke lokasi. Mereka melakukan penyisiran di semua bagian SLB dan sekitarnya.

"Tim Gegana tidak menemukan benda mencurigakan apapun. Kami akan melacak pelaku teror karena perbuatannya sangat meresahkan, apalagi dilakukan terhadap sekolah," ujar Kapolsek Laweyan, Kompol Subagyo kepada wartawan, usai penyisiran.

(mbr/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads