MUI: Sahur on The Road Lebih Banyak Mudaratnya

MUI: Sahur on The Road Lebih Banyak Mudaratnya

- detikNews
Senin, 15 Agu 2011 15:11 WIB
MUI: Sahur on The Road Lebih Banyak Mudaratnya
Jakarta - Macet, begitulah biasanya yang terjadi bila rombongan sahur on the road (SOTR) lewat. Meski tujuannya baik, SOTR yang banyak dilakukan di bulan Ramadan seperti saat ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

"Kegiatan itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya karena mengarah kepada bahaya. Jika begitu dilarang dalam agama," kata Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Senin (15/8/2011).

Amidhan mengatakan, kegiatan bagi-bagi makanan sahur di jalanan ini sebenarnya sudah dilarang oleh Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu. Selain bisa mengganggu lalu lintas, kegiatan semacam itu juga bisa menimbulkan sesuatu yang kurang baik sehingga sebaiknya dihindari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya ini malah jadi ajang untuk bersenang-senang, hura-hura, yang mana itu di luar pakem keagamaan. Jadi kalau begitu malah nggak dapat pahalanya, malah bisa berdosa," kata Amidhan.

Menurut Amidhan, kegiatan sahur bersama boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan kegiatan diorganisir dengan baik termasuk tempat dan siapa saja yang diundang dalam acara tersebut.

"Misalnya di masjid atau di tempat tertentu, jadi dimulai dengan salat tarawih bersama kemudian diikuti tadarusan dan salat tahajud kemudian sahur bersama. Itu baru cara agama," kata Amidhan.

SOTR menjadi sorotan setelah dua siswi sekolah unggulan SMAN 28 tewas dalam kecelakaan mobil di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, usai SOTR. Mobil Toyota Yaris yang dikemudikan Muhammad Hadi Wibowo itu terbalik setelah melaju dengan kecepatan tinggi.

Korban jiwa adalah Nur Aisah Siregar dan Astrid. Sementara Bowo dan dua siswi lainnya terluka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

(ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads