Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berpidato dalam sidang paripurna yang diselenggarakan DPD dan DPR, Selasa (16/8). Dalam pidato kenegaraan itu, SBY akan menyampaikan refleksi bangsa dan nota keuangan negara.
;
Namun, Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo berharap, Presiden akan menyampaikan kemerdekaan yang hakiki bagi seluruh masyarakat.
"Yakni kemerdekaan untuk mendapatkan perlakuan secara adil dalam meningkatkan kesejahteraan dari penjajahan ekonomi," ujarnya kepada Jurnalparlemen.com, Senin (15/8). ;
Sebab, setelah 66 tahun merdeka, rakyat kecil masih tetap menderita, terutama para petani dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). "Ekonomi hanya dikuasai keluarga tertentu saja, namun pemerintah terkesan seperti orang bisu dan tuli," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Firman, berbagai produk pertanian impor terus membanjiri pasar Indonesia. Bahkan hingga garam dan singkong pun sudah diimpor.
Dalam pidato kenegaraannya besok, SBY akan membacakan nota keuangan negara, berupa APBN Perubahan untuk 2011. Nota keuangan tersebut sebagai hasil pembahasan setiap kementerian bersama komisi-komisi di DPR. Nota keuangan akan dijadikan patokan untuk program kerja setahun mendatang. ;
(nwk/nwk)











































