Menurut Kapolresta Jayapura, AKBP Imam Setiawan, pelaku penembakan dan pembacokan di Nafri adalah anggota TPN/OPM (Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka). Dugaan itu terkuak dari bukti-bukti hasil penyisiran di Gunung Tanah Hitam Kota Jayapura.
Polisi menemukan barang bukti serta dokumen yang menyebutkan Danny Kogoya sebagai pimpinan TPN/OPM wilayah Jayapura. Danny Kogoya pun hari ini, langsung ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Jayapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Imam, polisi punya bukti kuat atau dokumen yang menyatakan Denny sebagai pimpinan TPN/OPM. Danny pun disebut Imam juga sudah menyatakan diri sebagai pihak yang bertanggungjawab pada satu media di Jayapura.
"Yang bersangkutan langsung kami nyatakan sebagai DPO," kata Imam dalam keterangan pers sambil menggelar barang bukti di ruang data Bagian Operasional Mapolresta Jayapura.
Polisi memperoleh sejumlah barang bukti dari penyisiran dua hari lalu berupa sejumlah peluru, ketapel, panah, genset, alat komunikasi yang canggih, granat, foto-foto serta dokumen yang menguatkan keterkaitan Denny Kogoya sebagai pelaku insiden Nafri. Polisi juga menemukan tiga bendera bintang kejora yang salah satunya merupakan buatan mesin bercap serta memiliki teks berbahasa Belanda.
Bendera itu diduga buatan Belanda. Ada label seperti merek bertuliskan 'Dokkumer Viaggen Centrale BV'. "Belum jelas apakah ini bendera dikirim dari Belanda tapi yang pasti di bendera ini ada logo kecil bendera Belanda dan bertuliskan bahasa Belanda," kata Imam.
(fay/fay)











































