Syafii: Silakan Tanya Rekaman Terkait Chandra ke Abdullah Hehamahua

Syafii: Silakan Tanya Rekaman Terkait Chandra ke Abdullah Hehamahua

- detikNews
Senin, 15 Agu 2011 12:14 WIB
Jakarta - Anggota Komite Etik KPK Syafii Maarif enggan berkomentar soal adanya pemutaran rekaman rencana menghabisi Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah. Syafii meminta agar urusan rekaman ditanyakan ke Ketua Komite Etik Abdullah Hehamahua.

"Ya saya tidak bisa komunikasikan soal itu. Silakan tanya ke Abdullah," kata Syafii saat dihubungi detikcom, Senin (15/8/2011).

Syafii beralasan, apa pun bukti-bukti yang ada di Komite Etik tidak bisa diumbar ke publik, termasuk soal rekaman. "Itu kan rahasia negara, silakan tanya ke Abdullah," ujar Syafii.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, terendus rencana Nazaruddin menghabisi salah seorang pimpinan KPK, Chandra M Hamzah. Nazaruddin menyiapkan dana miliaran rupiah untuk memuluskan misi jahat itu.

Hal itu terungkap dari percakapan telepon Nazaruddin sekitar bulan Mei 2011 dengan seorang bernama Alpang yang diduga kuat Albert P salah seorang stafnya. Saat itu, Nazaruddin sudah mulai diberitakan diduga terlibat dalam kasus suap tender proyek pembangunan Wisma Atlet. Dia kala itu sudah mengatakan sesuatu yang negatif terhadap pimpinan KPK.

Kabarnya percakapan Nazaruddin-Alpang tentang rencana jahat untuk menghabisi Chandra M Hamzah ini sudah diperdengarkan dalam sidang Komisi Etik yang bertugas menyelidiki pimpinan dan pejabat KPK atas tudingan-tudingan Nazaruddin. Komisi Etik yang dipimpin oleh Abdullah Hehamahua dan terdiri dari para tokoh antikorupsi yang kredibel itu saat ini masih terus melakukan penyelidikan mengenai tudingan Nazaruddin.

Lantas bagaimana isi transkrip pembicaraan Nazaruddin dengan Alpang? Hingga kini detil percakapannya masih dirahasiakan, dikunci rapat-rapat. "Tapi yang jelas, dalam transkrip itu terdapat percakapan yang jelas, bahwa Nazaruddin menyiapkan dana miliaran rupiah untuk menghabisi Chandra Hamzah," terang sumber tersebut.


(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini