Mantan staf Nazaruddin, Nuril Anwar, tidak membantah ada staf Nazaruddin bernama Albert. Namun dia tidak tahu Albert P adalah Alpang.
"Kalau Albert iya, kalau Alpang saya enggak tahu," ujar Nuril saat dihubungi detikcom, Senin (15/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Alpang atau yang diduga Albert P menyita perhatian setelah terendus rencana Nazaruddin ingin membuat salah seorang pimpinan KPK, Chandra M Hamzah, babak belur. Nazaruddin menyiapkan dana miliaran rupiah untuk memuluskan misi jahat itu.
Nama Alpang terlacak dari percakapan Nazaruddin pada sekitar bulan Mei 2011. Saat itu, Nazaruddin sudah mulai diberitakan diduga terlibat dalam kasus suap tender proyek pembangunan Wisma Atlet. Dia kala itu sudah mengatakan sesuatu yang negatif terhadap pimpinan KPK.
Kabarnya percakapan Nazaruddin-Alpang tentang rencana jahat untuk menghabisi Chandra M Hamzah ini sudah diperdengarkan dalam sidang Komisi Etik yang bertugas menyelidiki pimpinan dan pejabat KPK atas tudingan-tudingan Nazaruddin. Komisi Etik yang dipimpin oleh Abdullah Hehamahua dan terdiri dari para tokoh antikorupsi yang kredibel itu saat ini masih terus melakukan penyelidikan mengenai tudingan Nazaruddin.
Lantas bagaimana isi transkrip pembicaraan Nazaruddin dengan Alpang? Hingga kini detil percakapannya masih dirahasiakan, dikunci rapat-rapat. "Tapi yang jelas, dalam transkrip itu terdapat percakapan yang jelas, bahwa Nazaruddin menyiapkan dana miliaran rupiah untuk menghabisi Chandra Hamzah," terang sumber tersebut.
(ndr/nrl)











































