Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Warga Korsel yang Dipenggal
Rabu, 30 Jun 2004 16:23 WIB
Jakarta -
Ribuan warga Korea Selatan (Korsel) menghadiri prosesi pemakaman emosional, Kim Sun-il di kota Pusan. Seorang penerjemah muda yang dipenggal kelompok gerilya di Irak pekan lalu.Pemuda berusia 33 tahun itu dibunuh setelah pemerintah Seoul menolak tuntutan-tuntutan penculik. Menarik mundur 670 personel medis dan teknisi Korsel dari Irak serta membatalkan keputusan untuk mengirimkan 3.000 pasukan ke negeri itu.Sekitar 3 ribu orang menghadiri pemakaman Kim di kampung halamannya, di Pusan, kota terbesar kedua di Korsel. Demikian seperti diberikan Reuters, Rabu (30/6/2004).Keluarga Kim lewat media lokal merilis pesan khusus untuk rakyat Irak, yang menyimpulkan: "Kami merangkul bangsa Irak. Kami mencintai rakyat Irak."Ribuan orang lainnya diperkirakan akan bergabung dalam aksi unjuk rasa di Pusan dan Seoul hari ini. Aksi ini dimotori para aktivis kelompok yang berusaha menggunakan kematian Kim untuk menekan pemerintah menghentikan pengerahan pasukan ke Irak, yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.Presiden Korsel Roh Moo-hyun telah memerintahkan investigasi penuh atas penculikan dan pemenggalan Kim, pekan lalu. Pasalnya ada berita bahwa ia telah diculik tiga minggu sebelum pemerintah negeri Ginseng mengetahuinya.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































