OC Kaligis Pertanyakan Barang Bukti Nazar yang Dirilis KPK

OC Kaligis Pertanyakan Barang Bukti Nazar yang Dirilis KPK

- detikNews
Minggu, 14 Agu 2011 13:13 WIB
OC Kaligis Pertanyakan Barang Bukti Nazar yang Dirilis KPK
Jakarta - OC Kaligis (OCK) kesal karena tak diizinkan bertemu tersangka kasus suap wisma atlet M Nazaruddin, yang dibelanya. OCK juga mempertanyakan barang bukti yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Seperti gelar barang bukti dalam Pasal 129 KUHAP, penyidik memperlihatkan benda yang akan disita pada keluarganya, ditunjukkan kepada keluarganya juga. Ditunjukkan agar tahu. Karena akan dimintai keterangan soal benda itu. Kemarin yang punya benda saja tidak diperlihatkan. Itu kalau diganti-ganti bagaimana?" ujar OCK di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Minggu (14/8/2011).

Sejak tiba di Indonesia hingga hari ini, OCK sama sekali tak tahu kondisi kliennya itu. "Saudaranya saja tidak tahu apalagi pengacaranya," ujarnya, merujuk pada sepupu Nazar, M Nasir, yang juga ditolak menjenguk hari ini.

"Mengapa tidak boleh bertemu?" tanya wartawan.
Β 
"Karena saya tahu terlalu banyak. Kalau saya tidak tahu A sampai Z, tidak seperti ini. Sayangnya saya selama ini tidak bisa bekerja sama dengan KPK. Kepentingannya juga beda, dia ngomong hukum, saya membela," jelas OCK yang pagi tadi bersama sepupu Nazar, M Nasir datang ke Mako Brimob berniat untuk menjenguk Nazar.

Semalam, melalui penyidik KPK bernama Arif, KPK menunjukkan satu persatu barang-barang milik Nazaruddin yang disimpan di tas merek Dunhill. Barang-barang itu telah dimasukkan ke plastik transparan, yaitu:

1. Satu buah Blackberry Torch warna hitam tanpa tutup belakang dengan memory card
2. Satu buah Blackberry Bold 9700 tanpa tutup belakang dengan memory card
3. HP Nokia C5
4. HP Nokia E7 warna hitam
5. Satu buah flash disk merk Sony Vaio 4 GB.
6. Satu buah power crystal
7. Satu buah jam tangan hitam, dengan kondisi kaca depan pecah
8. Satu buah charger Blackberry warna hitam
9. Satu tiket elektronik, atas nama Syarifudin dari Cartagena ke Bogota.
10. 5 buah kartu nama
11. Uang tunai total berjumlah US$ 20 ribu.
12. Satu dompet, ada uang USD 100 lima lembar dan beberapa lembar uang Peso
13. Tas hitam merk Dunhill.

"Kita merekam saat membuka tas itu, agar tidak ada prasangka, misalnya ada penghilangan dari penyidik," kata Arif.

(nwk/nrl)


Berita Terkait