Saat Nazaruddin tiba, dia cuma sendiri, dalam kondisi tangan masih terborgol. Sebelum Nazaruddin turun dari pesawat, tampak beberapa penyidik menggunakan penutup muka.
Setiba dari Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (13/8/2011) sekitar pukul 19.50 WIB, Nazaruddin langsung dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Keberadaan Neneng bersama kakaknya, Nazir Rahmat, dan seorang warga Singapura bernama Eng Kian Liem, misterius. Padahal, tiga nama itu sudah dideteksi oleh Polri dan memang mereka mendampingi Nazaruddin saat bersembunyi di Kolombia.
Dubes RI Michael Menufandu dan para pejabat KBRI juga mengaku tidak tahu keberadaan mereka bertiga. Yang jelas, saat pesawat carter jenis Gulfstream itu meninggalkan bandara Bogota, di dalam pesawat hanya ada Nazaruddin dan tim penjemput.
"Info yang masuk ke saya, mereka (Neneng, Nazir, dan Eng) sudah pulang lebih dulu," kata Pejabat Konsuler KBRI di Bogota, I Made Subagia saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/8/2011).
Namun, siapa yang memulangkan mereka, dengan pesawat apa mereka pulang, apakah mereka sempat bertemu tim penjemput, menjadi pertanyaan besar. Tidak ada jawaban pasti. Penuh misteri!
(anw/anw)











































