"Semua itu ngapain kita sesalkan kalau memang sudah terjadi. Saya tabah menghadapi ini semua. Ibu juga tidak shock. Kami tegar menjalani ini," ujar Helmi Siregar saat ditemui detikcom di rumah duka, Kebagusan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8/2011).
Helmi mengaku tidak punya firasat buruk apapun sebelum mengizinkan anaknya ikut dalam sahur on the road SMA 28. Acara ini sebenarnya sudah rutin digelar oleh SMA 28.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Helmi, teman-teman sekolah Aisah, guru-guru dan dari OSIS sudah melayat ke rumah dan ikut dalam prosesi pemakaman. Namun mengenai kecelakaan ini, Helmi mendengar kalau sekolah tidak bertanggung jawab karena terjadi di luar kegiatan.
"Saya dengar sekolah mau lepas tanggung jawab. Itu di luar kegiatan mereka. Tapi mereka datang. Kalau santunan nggak tapi dari OSIS ada," jelasnya.
Sebagai seorang ayah, Helmi melihat anaknya Aisah meski kecil tapi aktif di kegiatan sekolah seperti OSIS. Aisah juga punya banyak teman. Aisah adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang satu-satunya bisa masuk SMA 28.
"Alhamdulillah NEM-nya di atas bisa masuk SMA 28. Dia anaknya suka bergaul dan teman-temannya banyak," ceritanya.
Saat ditanyakan apakah keluarga akan melaporkan pengemudi Toyota Yaris ke polisi, Helmi mengaku belum ada rencana. "Belum ada," jawabnya.
Pantauan detikcom, sejumlah pelayat laki-laki tampak sedang tahlilan di dalam rumah duka. Rumah duka ditutupi tirai. Ada tenda warna biru dipasang depan rumah.
(gus/gah)











































