Kota akan Tenggelam, Warga India Abaikan Deadline
Rabu, 30 Jun 2004 15:03 WIB
Jakarta - Ribuan orang mengabaikan tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah India untuk meninggalkan sebuah kota tua yang diperkirakan akan tenggelam dalam beberapa minggu ini. Kota berusia 700 tahun itu akan ditenggelamkan oleh luapan air dari bendungan sungai yang tengah dibangun di sepanjang Narmada Valley di India tengah."Saya tidak akan pergi, apapun konsekuensinya," cetus Anand Maheshwari, seorang warga setempat kepada The Associated Press dalam wawancara melalui telepon dari kota tua tersebut, Harsud."Rumah saya umurnya 100 tahun. Bagaimana saya bisa meninggalkannya? Saya akan tunggu sampai air memasuki rumah saya. Baru saya akan memutuskan," tegasnya.Sekitar 40 ribu orang tinggal di 248 desa kecil yang terletak di sepanjang Sungai Narmada di depan bendungan dan yang diperkirakan akan tenggelam saat hujan angin monsoon meningkatkan level air dalam beberapa hari atau pekan depan.Namun Harsud merupakan satu-satunya kota di daerah tersebut dengan populasi yang besar -- 6.100 keluarga atau sekitar 30.000 jiwa.Dari jumlah itu hanya 1.450 keluarga yang telah pindah ke Chanera, kota baru yang diciptakan pemerintah negara bagian, sekitar 17 kilometer ke sebelah timur wilayah. Demikian disampaikan Anoop Mishra, Menteri Sumber Daya Air Negara Bagian Madhya Pradesh.Meski pemerintah telah menetapkan deadline pekan ini, namun puluhan ribu warga lainnya menolak meninggalkan kota Harsud. Penduduk kota tersebut umumnya adalah pedagang, yang khawatir akan kehilangan bisnis mereka di kota yang baru.Pekan lalu, para pengunjuk rasa mengajukan petisi ke pengadilan tinggi setempat untuk menghentikan bagian akhir pembangunan bendungan. Pengadilan menolak petisi tersebut dan memerintahkan warga untuk mematuhi deadline pemerintah. Pejabat-pejabat negara bagian diminta untuk melapor pada 8 Juli mendatang mengenai apakah masyarakat telah meninggalkan Harsud.Pemerintah bersikeras bahwa dam itu akan bermanfaat untuk mendatangkan air minum bagi 40 juta rakyat, mengaliri lahan gersang dan menghasilkan listrik. Proyek ini telah tertunda selama empat tahun setelah para ahli lingkungan hidup dan advokasi masyarakat desa berjuang lewat pengadilan untuk menghentikan program.Pekerjaan pembangunan bendungan kembali dilanjutkan pada tahun 2000 setelah Mahkamah Agung India menyatakan bisa menerima rencana pemerintah soal pemukiman kembali warga desa. Proyek ini termasuk serangkaian 3 ribu bendungan besar dan kecil di sepanjang Narmada Valley yang memotong tiga negara bagian India: Gujarat, Madhya Pradesh dan Maharashtra.
(ita/)











































