"Jangan lemah lembut sama koruptor," kata Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Raya Rangkuti saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2011) malam.
Bahkan, untuk memberikan efek jera kapada Nazaruddin dan para penjahat kerah putih lainnya, KPK harus memberi perlakuan khusus. Misalnya saja, KPK bisa mencoba pemakaian baju tahanan dan pemakaian borgol, sesuatu yang tidak pernah diterapkan bagi tersangka korupsi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ray, karena Nazaruddin disinyalir bermain di berbagai proyek kementerian, maka wajar jika KPK tidak bersikap lemah lembut terhadap Nazaruddin. Korupsi juga merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), sehinga pelakunya pantas mendapatkan hukuman yang setimpal.
Saat ini, Ray melihat kesan eksklusif yang diberikan kepada para pelaku korupsi dibanding para penjahat kelas teri lainnya. Justru seharusnya, cara pandang dan hukuman terhadap koruptor diubah.
"Koruptor masih dihukum ringan, masih ada semacam pemaafan. Sangat ketahuan masih diperlakukan baik," sesal Ray.
Nazaruddin ditangkap di Kota Cartagena, Kolombia pada Minggu (7/8). Dengan pengawalan ketat dari petugas Interpol Kolombia tangan Nazaruddin diborgol. Saat ini Nazaruddin sudah diterbangkan ke Indonesia, diperkirakan akan tiba di Jakarta pada Sabtu (13/8/2011).
(did/irw)











































