Kalla Sebut Pengecut Penyebar Fitnah tentang Dirinya
Rabu, 30 Jun 2004 13:27 WIB
Temanggung - Jusuf Kalla meminta pada orang-orang yang menyebarkan fitnah, baik terhadap SBY maupun dirinya, untuk membuktikan fitnahannya. Namun Kalla tidak menyebut jelas orang-orang yang dimaksudnya.Hal itu disampaikan Jusuf Kalla saat berkampanye tertutup di GOR Tennis Indoor Kab.Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (30/6/2004). "Orang yang menyebarkan fitnah itu sama saja seorang yang pengecut, padahal fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," kata Kalla."Fitnah itu dosa sehingga orang yang menyebarkan fitnah harus dapat membuktikannya. Bila tidak, itu juga dosa," tegas Kalla di hadapan 2.000-an simpatisannya, di antaranya petani tembakau.Kalla mencontohkan, ketika Partai Demokrat (PD) yang mencalonkan SBY menjadi presiden ikut dalam pemilu legislatif lalu, banyak diisukan dengan isu-isu agama, padahal banyak caleg PD yang muslim. "Jadi, saya juga tidak percaya atas fitnah-fitnah tersebut," kata putra asli Sulawesi ini.Jaga TPSDia akhir pidatonya, Kalla meminta agar massa SBY-Kalla menjaga TPS di masing-masing daerahnya pada coblosan 5 Juli. "Ini dibutuhkan kerelaan dari para relawan sehingga keamanan terjamin," pesannya.Selain itu, Kalla juga menyatakan, banyak masalah penting yang dihadapi bangsa ini sehingga rakyat harus bisa memilih pemimpin yang baik untuk lima tahun yang akan datang. "Jika memilih pemimpin yang baik, maka bangsa ini juga akan menjadi baik pula. Namun jika memilih pemimpin yang jelek, maka bangsa ini juga akan tidak baik," ungkapnya.Sementara pewakilan petani tembakau bernama Sugiyanto SH meminta Kalla untuk bisa menurunkan cukai rokok. Sebab saat ini nasib para petani tembakau sudah demikian terpuruk akibat cukai rokok yang tinggi dan berakibat mahalnya harga rokok."Saya meminta perhatian khusus kepada Pak Jusuf Kalla agar cukai rokok diturunkan. Namun kami juga sadar kalau cukai rokok yang tinggi ini juga menaikkan pendapatan negara," katanya.Sugiyanto menyatakan, saat ini banyak produsen rokok besar di Indonesia justru mengimpor tembakau dari luar dengan harga yang lebih murah. Padahal kualitas tembakau di Jawa khususnya di wilayah Temanggung adalah tembakau dengan kualitas paling bagus. "Kami meminta perhatian Bapak Jusuf Kalla dalam mengatasi masalah ini," kata Sugiyanto.
(nrl/)











































