KPK Masih Adem-ayem 'Sambut' Kedatangan Nazaruddin

KPK Masih Adem-ayem 'Sambut' Kedatangan Nazaruddin

- detikNews
Sabtu, 13 Agu 2011 07:27 WIB
Jakarta - Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, M Nazaruddin dijadwalkan akan tiba di Indonesia hari ini. Tidak ada persiapan khusus dalam 'menyambut' Nazar di KPK.

"Masih sepi di atas, belum ada siapa-siapa," jelas salah satu petugas keamanan lembaga ini, Jakarta, Sabtu (13/8/2011).

Menurut orang tersebut, tidak ada aktivitas berlebihan di dalam gedung KPK terkait kedatangan Nazar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya belasan mobil penjemput M Nazaruddin yang bersiap di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, kembali meninggalkan bandara pukul 06.05 WIB. Tak berapa lama, mobil-mobil tersebut tiba di Mabes Polri.

Menjadi pertanyaan besar, apakah Nasaruddin ada di dalam mobil tersebut? Sebelumnya, pesawat yang. membawa Nazaruddin dikabarkan mendarat pagi ini. Namun, belakangan beredar informasi bahwa pesawat carter itu baru akan tiba pukul 14.00 WIB-15.00 WIB.

Saat meninggalkan bandara, tidak dapat diketahui siapa saja yang berada di mobil berjenis KIA Travello dan Ford Ranger berjeruji besi itu. Sejak subuh, mobil-mobil tersebut juga parkir di dekat kargo bandara sehingga tidak terdeteksi aktivitasnya.

Pihak bandara sendiri sulit dimintai keterangan. Namun, salah seorang petugas bandara mengatakan, sejak semalam baru ada satu pesawat yang mendarat. Itu pun pesawat kargo yang berasal dari Singapura, bukan jenis Gulfstreaam.

Memang makin banyak kemungkinan tentang kedatangan Nazaruddin ini. Setibanya di Mabes Polri, mobil-mobil tersebut rupanya kosong. Namun, keluarga Nazaruddin tampak datang ke Mabes Polri berbarengan dengan rombongan.

Versi lain menyebutkan, personel polisi yang mengendarai mobil itu kembali lagi ke Mabes Polri karena akan ada pengarahan dari Kabareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman tentang penjemputan Nazaruddin.

Nazaruddin telah diterbangkan dari Boggota, Kolombia, pada Kamis pukul 17.00 waktu setempat, sekitar 5 hari sejak ia ditangkap polisi Kolombia. Dia beserta tim penjemputan dari Indonesia meninggalkan Kolombia menggunakan pesawat carter Gulfstreaam bertarif Rp 4 miliar.

Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Wisma Atlet pada 24 Mei 2011. Sehari sebelum itu, ia kabur ke Singapura dengan alasan berobat. Selama pelariannya, pengusaha itu selalu berpindah-pindah negara.

(mok/lrn)


Berita Terkait